Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Pegawai Bapenda Semarang Iwan Boedi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jenazah Iwan Boedi Prasetijo Paulus, 51, dimakamkan di TPU Salaman Mloyo, Semarang Barat, Kamis (22/9) sekitar pukul 12.00, kemarin. Isak tangis istri dan anak almarhum pecah ketika peti jenazah dimasukkan ke liang kubur.

Jenazah pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang itu tiba di TPU Salaman Mloyo sekitar pukul 11.45. Puluhan orang ikut mengantar jenazah Iwan Boedi menuju ke tempat peristirahatan terakhir. Peti warna putih itu dibawa dengan mobil jenazah warna biru bertuliskan Santa Maria Funeral Organizer dari rumah duka Santa Maria.

Setiba di kompleks makam, peti jenazah diletakan di atas liang lahat untuk dilakukan prosesi pemakaman dan doa dipimpin oleh Romo Bono dari Banyumanik. Istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati didampingi keempat anaknya tampak khusyuk berdoa.

Usai doa, peti jenazah dimasukan ke liang lahat dan ditutup tanah oleh penggali kubur. Tiba-tiba saja Onee menangis histeris disusul anak perempuannya. Keduanya sempat ditenangkan oleh kerabatnya. Sedangkan dua anak kembar korban tampak lebih tegar.

Baca juga:  Sebelum Dibunuh dan Dibakar, Pegawai Bapenda Semarang Terpantau CCTV di Marina

Keempat anak korban dan istrinya kompak mengenakan baju batik warna hitam motif bunga. Selain keluarga dan kerabat, tampak hadir sejumlah PNS rekan kerja almarhum Iwan Boedi di Bapenda Kota Semarang.

Usai pemakaman, Onee Anggarawati mengakui lega setelah bisa memakamkan jenazah suaminya meski dalam kondisi organ tidak utuh. Onee berharap suaminya diampuni oleh Tuhan.

“Meski berat tapi sudah sedikit lega, karena sudah memakamkan suami saya dengan layak. Saya berharap Tuhan mengampuni dosa suami saya. Dan kami sedang belajar untuk memaafkan para pelaku meski tetap hukum duniawi, alam, semesta, dan istilahnya hukum karma itu ada,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Onee mengatakan, pihaknya telah memasrahkan sepenuhnya penanganan kasus meninggalnya sang suami kepada pihak kepolisian. Meski demikian, ia sangat berharap kasus ini segera terungkap dan pelakunya ditangkap.

Baca juga:  Pemkot Semarang Tanggung Biaya Pendidikan Anak Iwan Boedi

“Sebenarnya saya juga nggak tahu, motifnya apa, saya juga belum tahu. Karena bagi kami, pelakunya sangat luar biasa. Sudah saya pasrahkan sepenuhnya kepada Pak Irwan (Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Red),” katanya.

Ia mengaku, telah capek tenaga dan pikiran dengan kejadian ini. Sementara ini, ia akan menenangkan diri bersama anak-anaknya untuk melangkah ke depan dalam menghadapi kehidupan baru.

“Saya sudah tidak mau pusing lagi, sudah capek. Saya mau kembali menata kehidupan saya. Anak-anak juga harus bersekolah, dan saya juga harus bekerja lagi. Sudah sebulan di rumah tidak ngapa-ngapain,” ucapnya.

Saat pemakaman kemarin tampak Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari. Perempuan yang akrab disapa Iin ini mengatakan, pihaknya atas nama Pemerintah Kota Semarang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa yang dialami almarhum Iwan Boedi. Iin berharap keluarga dapat menerima kenyataan ini dengan ikhlas dan lapang dada.

Baca juga:  Kasus Pembunuhan ASN Bapenda Semarang, Kompolnas Gali Keterangan Istri Iwan Boedi

“Kita semua datang dengan duka yang amat mendalam. Semoga Pak Iwan diterima di tempat yang terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan kuat menerima cobaan ini,” katanya.

Di rumah duka RS Elisabeth Semarang Ruang A, Kamis (22/9) kemarin, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga datang untuk melayat. Ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Iwan Boedi.

Mbak Ita –sapaan wawali– datang didampingi Indriyasari dan Kepala BKPP Kota Semarang Abdul Haris. Ia mengaku sangat kehilangan sosok almarhum Iwan Boedi. Di mata Mbak Ita, almarhum merupakan sosok pekerja keras. Hal itu terlihat ketika kegiatan dinas, Iwan Boedi selalu mendampingi pimpinan dan para pegawai. “Beliau juga sigap menyiapkan bahan untuk paparan maupun rapat-rapat,” katanya.

Mbak Ita berdoa agar Iwan Boedi diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan. Ia berharap keluarga almarhum Iwan Boedi tetap semangat menjalani kehidupan. “Jangan patah semangat,”pesannya. (mha/aro)



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya