Oktober, Beri Uang PGOT Langsung Denda Rp 1 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemkot Semarang mulai melakukan tindakan tegas dalam penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT), di Ibu Kota Jateng. Saat ini, Perda No 5 Tahun 2014 dan Perda No 5 Tahun 2017 terus disosialisasikan dengan pengeras suara di Area Traffic Control System (ATCS) sampai 30 September. Setelah itu, mulai Oktober masyarakat yang memberikan sumbangan bisa langsung dikenai sanksi pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

“Kita gencarkan sosialisasi ini, karena semakin kita beri jumlah PGOT ini akan semakin banyak,” kata Kepala Seksi (Kasi) Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO), Dinas Sosial Bambang Sumedi, Senin (19/9).

Baca juga:  Kepala Dinas hingga Sekcam Masuk Klaster Balai Kota Semarang

Ia menambahkan, penegakan perda dilakukan Satpol PP. Perda mengatur larangan memberi kepada Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) dan ketertiban umum. Masyarakat yang tertangkap tangan memberi uang atau nasi kepada PGOT langsung disanksi tegas. “Kami, Dinsos Semarang tidak hanya menjangkau dari laporan saja, tapi juga melakukan patroli secara berkala bekerja sama dengan pihak kecamatan. Jadi sudah mulai menyisir jalan alternatif,” ujarnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menegaskan memberi dalam bentuk apapun kepada anak jalanan ataupun PGOT ditempat umum atau jalan protokol merupakan tindakan yang melanggar dua perda. Yakni perda tentang penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis dan perda kedua tentang ketertiban umum. “Yang memberikan uang kepada PGOT bisa didenda 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 1 juta,” tegasnya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Jadi Pemda Terbaik Kedua di Indonesia

Politikus Partai Golkar ini menilai, ketika masyarakat memberikan uang kepada PGOT akan menambah jumlahnya di Kota Semarang. Sehingga mengganggu ketertiban umum. Idealnya, jika memberi sumbangan agar disalurkan di panti atau yayasan sosial lainnya. “Jadi jangan memberi di tempat umum yang bisa mengakibatkan kecelakaan, melanggar ketertiban umum. Jadi tambah macet, kota jadi tambah tidak bersih, tidak tertib dan sebagainya,” tambahnya. (den/fth)



Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya