Jaga Tradisi, Warga Ngemplak Simongan Gelar Festival Bukit Jatiwayang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang menggelar Festival Bukit Jatiwayang. Sebanyak 20 orang berjalan kaki dari Citarum menuju Bukit Jatiwayang.

Warga napak tilas mengenang masa lalu. Dulunya masyarakat Bukit Jatiwayang merupakan orang-orang yang terkena pemindahan dari Pemerintah Kota Semarang. Seluruh warga mengikuti dengan mengenakan kostum wayang, seperti hanoman, rama, shinta, dan beragam kostum lainnya.

Ketua Pokdarwis Jatiwayang Andrian Adi Suryana mengatakan Festival Bukit Jatiwayang season tiga ini bertema guyub rukun gotong royong. Tahun ini mengangkat sewu wayang. “Karena kebetulan ini di desa Jatiwayang, sehingga identitas wayang coba untuk dimunculkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kegiatan ini sekaligus mengenalkan tradisi pada masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu untuk untuk merekatkan masyarakat. “Terutama setelah dua tahun pandemi yang mengakibatkan sosialisasi antar warga menjadi renggang,” tambahnya.

Baca juga:  Dua Sopir Ditemukan Tewas di Mobil

Camat Semarang Barat Elly Asmara mengatakan ini merupakan napak tilas warga yang berasal dari Citarum. Kemudian mereka bertempat tinggal dan melangsungkan hidupnya di Bukit Jatiwayang. “Mereka sudah tinggal disini warga tetap ingat dari mana mereka berasal,” ungkapnya.

Festival diikuti 9 RT, sekitar 180 warga. Kegiatan yang telah berlangsung selama tiga kali ini juga untuk mengenalkan tradisi pada anak-anak. Kirab membawa empat gunungan. Berisi sayur, snack anak-anak, dan kopi. “Gunungan diperebutkan warga. Ini sebagai rasa syukur atas nikmat kerukunan yang ada di Ngemplak Simongan,” tambahnya.

Ketua RT 1 Agus Dwi Haryanto mengatakan kirab kali ini pihaknya menampilkan warok dari Ponorogo yang dimodifikasi dengan menyesuaikan kondisi yang ada di Jatiwayang. Baik dari segi tarian, musik, dan gerakan. Pihaknya mengaku selalu mengikuti festival ini secara rutin. “Secara rutin kami selalu ikut, demi meningkatkan kekompakan dan gotong royong antar warga,” akunya. (kap/fth)

Baca juga:  Sambut Hari Air, Warga Jatiwayang Semarang Arak Sembilan Kendi dan Gunungan Sayur


Baca artikel dan berita terbaru di Google News

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya