Pedagang Bumbu Dapur Mulai Tempati Johar Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Puluhan pedagang bumbu dapur mulai meninggalkan bekas kawasan relokasi MAJT untuk menempati Pasar Johar Baru. Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, jumlahnya ada puluhan pedagang yang sudah mulai masuk Jumat dini hari (19/8).

Total ada sekitar 40 kios yang sudah mulai ditempati oleh pedagang bumbu dapur seperti cabai, bawang, jahe, bawang merah, dan lainnya. Sesuai kesepakatan, pedagang mulai pindah Kamis (18/8) kemarin, di Johar Selatan ataupun Kanjengan.

“Ini sudah mulai pindahan. Nanti kami akan mengadakan syukuran karena menempati pasar baru,” kata Sekretaris Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Johar, Hanafi.

Pindahnya pedagang, kata dia, karena ingin membuat Johar kembali ramai seperti dulu. Apalagi pemerintah sudah membangun fisik pasar dengan baik dan reprsentatif untuk pedagang kembali memulai lembaran baru di Johar Baru. “Semoga rejeki kita bisa lancar di tempat baru ini,” harapnya.

Baca juga:  Pasar Johar Baru Masih Sepi Pedagang

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, ada sekitar 200-an pedagang bumbon yang akan kembali ke Pasar Johar. Fajar meminta agar pedagang segera pindah. Jika tidak, akan dilakukan langkah tegas berupa pencabutan izin. “Kalau memang tidak segera ditempati, izin registrasi penggunaan kios akan saya usulkan ke Dinas Perdagangan untuk dicabut,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurkholis menyadari masih ada beberapa kekurangan dalam penempatan pedagang. Namun Pemkot sudah berusaha sebaik mungkin untuk menata kembali pedagang. Ia pun tidak akan memaksa, jika pedagang tidak mau menempati lapak baru yang telah disiapkan.

“Kami mewadahi pedagang yang memang benar-benar mau berjualan di tempat kami. Pedagang yang mau ditata di tempat yang sudah ada, maka kami welcome dan kami tidak memaksa,” jelasnya. Jumat (19/8).

Baca juga:  Atraksi Downtron, Dongkrak Wisatawan

Menurutnya, ada beberapa kelompok pedagang bumbu dapur yang masih ingin bertahan di MAJT dan tidak mau menempati lapaknya di Johar Selatan dan Kanjengan. Menurutnya, keputusan pedagang itu tidak bisa dipaksakan. Bahkan mantan Kepala Dinas Perikanan ini hanya akan mengakomodasi pedagang yang mau mengikuti aturan yang ada.

“Kalau masih ada yang tidak mau pindah dan tetap berada di MAJT, itu sudah bukan kewenangan Pemkot. Kami hanya mengakomodasi pedagang yang mengikuti aturan kami,” tuturnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh pedagang Johar agar bisa segera memanfaatkan tempat yang telah disediakan pemerintah. Pemkot – kata pria yang disapa Hendi – ini sudah berusaha membangun Johar Cagar Budaya serta merenovasi Shopping Center Johar agar bisa ditempati pedagang.

Baca juga:  Tertibkan Agen, Wajibkan Bus Masuk Terminal

“Saya hanya pesan segera ditempati, jangan ditinggal karena kepentingan kelompok. Misalnya kalau tidak cocok dengan kondisinya, seperti grosir tempatnya kecil masih bisa cari upaya lain,” ucap Hendi. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya