alexametrics

Satpol PP Bongkar Paksa Lapak PKL Liar di Pasar Genuk dan Bekas Relokasi MAJT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Satpol PP Kota Semarang membongkar lapak liar milik pedagang kaki lima (PKL) di dua tempat berbeda yakni Pasar Genuk dan bekas Relokasi Pasar Johar Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kamis (18/8) pagi.

Jumlah lapak yang ditertibkan sekitar 100 unit lebih lapak. Terutama lapak PKL liar yang didirikan tanpa izin dan tidak membayar retribusi. Selain dianggap melanggar peraturan, PKL liar ini merugikan pedagang resmi di Pasar Genuk.

“Kami sudah ke Pasar Genuk seminggu lalu, ternyata masih ngeyel. Hari ini (kemarin, red) kami bongkar semua. Karena merugikan pedagang resmi di dalam pasar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Baca juga:  Petugas Gabungan Kawal Ketat Distribusi Oksigen di 99 RS

PKL sebenarnya boleh berdagang di depan pasar mulai dini hari sampai pukul 07.00 pagi. Namun kenyataannya sampai siang, masih banyak PKL ngeyel dan berdagang sampai siang. Ia pun mengancam akan kembali melakukan tindakan tegas, jika para pedagang masih ngeyel.

Fajar mengaku akan memasang spanduk larangan berdagang. Selain itu mereka juga akan mengirimkan anggota berpakaian sipil untuk mengawasi pedagang. “Ini peringatan terakhir. Kalau masih ngeyel kami angkut semua. Nggak ada lagi bicara sosialisasi, tapi sudah penindakan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyubam Pedagang Pasar Genuk Semarang Bambang mengaku resah dengan adanya pedagang liar di tepi jalan Pasar Genuk. Pasalnya, pembeli enggan masuk ke dalam pasar dan memilih membeli dagangan pedagang yang ada di pinggir jalan ini. “Padahal mereka ini liar nggak bayar retribusi, malah dagangannya laku. Saya minta harus ditindak tegas,” keluhnya.

Baca juga:  Diprotes Masyarakat, Pemasangan Kanopi di Jalan Suari Kota Lama Dihentikan

Selain di Pasar Genuk, lapak PKL liar di pintu gerbang masuk eks relokasi MAJT di Jalan Soekarno Hatta juga ditertibkan, karena melanggar aturan. Apalagi Pedagang Johar, saat ini sudah ditempatkan di Pasar Johar. “Pasar Johar kan sudah dibangun, harusnya ditempati,” sambungnya.

Selain membongkar dua bangunan lapak milik pedagang liar, pihaknya juga melepas plang bertulisan Relokasi Pasar Johar Semarang. Saat ini lokasi tersebut bukanlah lagi lokasi relokasi Pasar Johar, karena pedagang sudah dipindahkan ke Pasar Johar baru.

“Kami lepas plangnya. Selama ini masih ada yang berdagang di sini. Pedagang grosir buah dan bumbon pun akan dipindah ke Penggaron, Kanjengan, dan Johar Selatan,” tambahnya.

Baca juga:  Disperin Dampingi Produsen Pemanas Air Lokal

Jika masih ada pendagang yang ingin tetap tinggal di bekas tempat relokasi ini, Fajar meminta pedagang menghubungi yayasan MAJT. Menurut dia, Yayasan MAJT memang berencana membuat pasar di lokasi tersebut, maka sudah bukan lagi ranah Pemerintah Kota Semarang.

“Kalau Yayasan MAJT yang mengelola ya bukan lagi urusan kami. Pedagang bisa memilih mau ke Johar Baru ya ikut aturan yang ada,” pungkas Fajar. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya