alexametrics

Istri Kopda Muslimin Masih Terbaring di RSUP dr Kariadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rina Wulandari, korban penembakan yang didalangi oleh suaminya, almarhum Kopda Muslimin masih menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang. Rumahnya di Jalan Cemara III, Padangsari, Kecamatan Banyumanik, sudah tidak ada penjagaan alias kosong.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, bangunan rumah dua lantai yang dihuni keluarga tersebut tertutup rapat. Pintu pagar setinggi 1,5 meter yang terbuat dari besi terlihat digembok. Tak terdengar adanya suara aktivitas sekecil apapun di dalam rumah tersebut.

“Semenjak Pak Muslimin meninggal, sudah kosong. Tidak lagi dijaga. Kalau dulu dijaga tentara (TNI),” ungkap salah satu warga sekitar, Trianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (18/8) kemarin.

Baca juga:  Dinding Eks Matahari Johar Dijebol untuk Ventilasi

Terkait istri almarhum, Rina Wulandari masih berada di RSUP dr Kariadi Semarang. Perempuan tersebut masih menjalani perawatan akibat luka tembak. Namun, kondisinya sudah membaik dan tinggal pemulihan.

“Kalau dengar-dengar pulangnya menunggu sampai sembuh total. Tapi enggak tahu, apakah pulang menempati rumah ini atau tidak, saya tidak tahu. Mungkin masih trauma,” jelasnya.

Meski demikian, Trianto sempat berbincang-bincang dengan kerabat Rina Wulandari. Bahkan sempat melihat saudara Rina Wulandari bersama anak-anaknya masuk ke dalam rumah tersebut. Namun tidak lama, kembali keluar membawa bungkusan dan masuk ke dalam mobil.

“Wingi balik mrene jupuk pakaian ganti. Yen omonge Pakde ne wingi sih, ibu paling wis rak manggon kene meneh mas yen wis balik soko RS. Cuma ngomong ngono, karo njaluk dungo ben Bu Rina cepet sembuh,” bebernya.

Baca juga:  Kasus Covid-19 Turun, Permintaan Ambulans Berkurang

Pernikahannya dengan almarhum Kopda Muslimin, Rina dikaruniai tiga anak, yang pertama masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Anak kedua masih SD, dan anak ketiga belum sekolah. Informasi yang diperoleh, sekarang ini dua anaknya belum masuk sekolah.

“Kalau masuk sekolah, khawatirnya di-bully atau gimana. Sebenarnya kasihan juga, masih kecil-kecil,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP dr Kariadi Semarang Vivi Vira Virdianti mengatakan, pasien tersebut masih menjalani perawatan. Namun pihaknya belum bisa memastikan terkait untuk lama waktu perawatan di rumah sakit.

“Masih dirawat, sudah tinggal pemulihan istilahnya. Kalau dirawat di rumah nanti takutnya kalau tidak bisa merawatnya malah susah. Itu lukanya multi organ. Kalau dipulangkan kapan, itu saya tidak bisa jawab,” katanya.

Baca juga:  Organisasi Membuat Perlombaan Merpati Lebih Kompetitif

Terkait sudah diperbolehkannya untuk dikunjungi, Vivi menegaskan sampai sekarang belum ada pencabutan dari pemerintah terkait pengunjung, sejak pandemi. “Pengunjung, di RSUP dr Kariadi belum buka. Tapi kalau rumah sakit lain sudah boleh,” jelasnya.

Terkait perawatan dengan penjagaan anggota TNI, Vivi menegaskan penjagaan yang dimaksud adalah pemantauan dan tidak berseragam lengkap. “Arti penjagaan di sini tidak terus pakai senjata, pakai seragam, itu tidak. Namanya dipantau oleh keluarga,” pungkasnya. (mha/mg13/mg14/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya