Remaja Jateng Deklarasi Cegah Stunting

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang –  Remaja Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Genre Jateng mendeklarasikan diri untuk terlibat aktif dalam pencegahan stunting. Kasus stunting masih banyak dijumpai dan salah satunya karena pernikahan dini khususnya di pedesaan.

Sebagai penggerak remaja Jateng, Genre akan lebih fokus menyasar daerah dengan kasus stunting tertinggi, seperti Wonosobo, Blora, dan Brebes. “Anak-anak korban pernikahan dini kebanyakan belum siap secara biologis maupun psikis, Jadi belum memahami pengasuhan ideal dan pemenuhan gizi anak,” ujar Pengurus Genre Jateng Lukluk Anjaina, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komitmen diambil dalam rangka Hari Remaja Internasional pada 12 Agustus kemarin. Pihaknya akan terlibat dengan stakeholder lainnya dalam sosialisasi pencegahan stunting. Targetnya dapat mencegah pernikahan dini sekaligus mencegah potensi baru bayi stunting. Selain itu, mendampingi edukasi pemenuhan gizi seimbang anak bagi pasangan remaja yang terlanjur menjalani pernikahan dini. “Kami akan menggerakan semua anggota komunitas Genre di 35 kabupaten/kota se Jateng,” tegasnya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Siapkan Tempat Isolasi di Hotel

Kepala BKKBN Jateng Widwiono optimistis penurunan stunting di Jateng dapat mencapai angka 10 persen. Angka itu jauh lebih ambisius dari target nasional 14 persen. Ia bersama remaja Jateng sepakat untuk mendukung target tersebut. Angka stunting saat ini mencapai 20,9 persen, atau sekitar 540 ribu anak yang mengalami kondisi kerdil. “Jika semua bergerak bersama tentu akan bisa merealisasikan target tersebut,” katanya.

Genre Jateng akan terjun ke bawah mendorong kesadaran masyarakat. Khususnya remaja soal pentingnya pencegahan stunting selama dua tahun ke depan. Ia menilai saat ini dukungan para pemangku kebijakan sudah terbilang masif. Sehingga masyarakat desa sekalipun sebenarnya sudah mulai sadar dan tahu bahaya stunting.

Baca juga:  Lebarkan Akses Jalan dan Bangun Cungkup Makam KH Soleh Darat

“Tinggal bagaimana ini terus digencarkan agar kesadaran masyarakat semakin besar dan angka stunting di Jateng bisa dicegah. Sehingga bisa melahirkan generasi emas,” tambah Lukluk Anjaina. (taf/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya