Mencari Jejak secara Digital di Kota Lama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 39 SMP Negeri dan Swasta di Kota Semarang mengikuti lomba matematika dengan aplikasi Mathcitymap. Peserta diharuskan mencari jejak secara digital di kawasan Kota Lama. Kegiatan digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Semarang bekerja sama dengan PGRI Kota Semarang dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.

Setiap sekolah terdiri empat siswa. Mereka diberikan waktu 90 menit untuk berjelajah di Kota Lama. Rute sudah ditentukan melalui aplikasi Mathcitymap. Seperti di taman Srigunting, gedung Marba, dan kawasan lainnya. Pada aplikasi akan muncul soal yang akan dikerjakan masing-masing regu. Lomba ini bahkan baru kali pertama dilaksanakan di dunia.

“Biasanya aplikasi hanya untuk pembelajaran dan rekreasi keluarga. Tapi disini kita mencoba untuk digunakan sebagai ajang lomba,” jelas Ketua MGMP Matematika Kota Semarang Agus Supriyanto.

Baca juga:  Ini Dia Lima Bioskop di Semarang yang Siap Beroperasi

Pihaknya berfokus pada numerasi dan dimensi literasi serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran sesuai implementasi kurikulum merdeka. Selain itu untuk mendorong program pemerintah dalam mewujudkan smart city.

Kegiatannya seperti jalan-jalan tapi melalui rute di aplikasi ada daerah tertentu yang harus diselesaikan masalahnya. “Misal di taman Srigunting mengukur luas maupun jumlah paving, kemudian berdasarkan jumlah charger box juga kita buat soal dan sebagainya,” ujarnya.

Secara tidak langsung kegiatan ini menerapkan matematika yang telah mereka pelajari di sekolah. Pihaknya juga ingin menanamkan nilai budaya, aset-aset bersejarah, serta obyek wisata yang ada di Kota Semarang kepada peserta didik. “Tak hanya itu penanaman nilai karakter kebersamaan, kekompakan, kerjasama, dan berpikir kritis,” tambahnya.

Baca juga:  Ade Optimistis Gantikan Joko Santoso

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang Erwan Rachmat mengapresiasi kegiatan mencari jejak secara digital. Kegiatan ini dapat mengajarkan kepada peserta didik mengenai pengaplikasian pembelajaran dengan sistem digital. “Harapannya anak memahami budaya di muatan lokal. Konsepnya bermain sambil belajar, apalagi dimensi literasi dan numerasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya. (mg9/mg12/kap/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya