Tingkatkan Layanan Kesehatan, UNIMUS Bentuk Posyandu Remaja di Sekolah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bersama dengan Puskesmas Poncol dan SMP N 7 Semarang bentuk posyandu remaja di sekolah.

Kegiatan ini juga untuk mengawali TRIAS UKS di SMP N 7 Semarang secara komprehensif. Meliputi pelayanan kesehatan, penyehatan lingkungan, pendidikan kesehatan tentang reproduksi remaja, pembinaan kesehatan fisik dan mental di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan status kesehatan remaja. Selain itu juga bentuk pengabdian masyarakat bagi tim keperawatan komunitas Unimus,” jelas Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unimus Dr. Ns. Ernawati, S.Kp, M.Kes kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan program ini bernama wadah kesehatan anak muda SMP N 7 Semarang (Wakanda Spentura) . Pertama kali dilaksanakan di SMP N 7 Semarang Jumat (12/8) lalu. Sebanyak 62 peserta didik sebelumnya telah dilatih selama dua hari untuk menjadi kader agen perubahan.

Baca juga:  Cari Lumpur di Sungai, Warga Tlogosari Wetan Temukan Mortir Aktif

Mereka diajarkan cara mengukur tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, dan lingkar lengan, serta pemeriksaan fisik sederhana. Materi pelatihan diberikan oleh dosen dan mahasiswa dari Unimus serta petugas Kesehatan Puskesmas Poncol.

Selain itu hasil pemeriksaan yang dilakukan setiap bulan oleh kader kesehatan sekolah ini menjadi data dasar serta monitoring teman sebayanya, juga mendeteksi awal adanya risiko stunting. “Stunting ini menjadi salah satu masalah nasional yang perlu diintervensi sejak dini dengan menyehatkan remaja putri sebagai calon ibu yang  melahirkan anak nantinya” tambahnya.

Kepala Sekolah mengatakan kegiatan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan memodifikasi konsep posyandu remaja yang sebelumnya telah ada di kelurahan setempat. “Kegiatan posyandu remaja  dengan sistem lima meja meliputi ini meliputi pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan serta edukasi, dan pemberian makanan tambahan (PMT),” katanya.

Baca juga:  Empat Napi Lapas Perempuan Dapat Asimilasi Rumah

Pihaknya juga menggandeng paguyuban orang tua siswa untuk turut berpartisipasi dalam penyediaan PMT saat posyandu berlangsung. Kedepan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan di SMP N 7 Semarang.Sementara Perwakilan Puskesmas Poncol drg. Sutanti mengatakan terus mendorong program Wakanda ini baik untuk pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Mengenai bahaya NAPZA, pergaulan bebas, HIV AIDS, dan lainnya.

“Program ini juga untuk menghimbau dilaksanakannya pemantauan kesehatan bagi guru melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu),” ungkapnya usai melakukan pemeriksaan di aula SMP N 7 Semarang. (kap/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya