alexametrics

Bendungan Urban Downhill Lebih Menantang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Animo pembalap sepeda downhill dalam gelaran Bendungan Urban Downhill di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang sangat tinggi. Event ini sendiri digelar dua hari, yakni Sabtu (13/8) dan Minggu (14/8) untuk mencari pembalap yang tercepat.

Apalagi event downhill ini berbeda dengan yang lain, karena pada umumnya balap sepeda downhill digelar di pegunungan atau di hutan, dalam kompetisi Bendungan Urban Downhill, jalur yang digunakan adalah jalur permukiman padat penduduk.

Para pembalap disuguhi dengan berbagai rintangan yang menantang,  berupa puluhan anak tangga, sempitnya jalur,teras rumah, bangunan kosong, turunan dan tikungan tajam hingga kandang kambing warga.

“Tentu berbeda ya, karena ini di perkotaan, tracknya juga di jalur perkampungan, keren sih dan asyik. Semakin sulit itu semakin menantang,” kata Wahyu Purnomo, pembalap dari tim Garuda Leader House Blora.

Baca juga:  Semarang Segera Punya Taman Parkour

Menurut Wahyu, jalur yang dilalui cukup ekstrim. Ia pun mengaku sempat terjatuh saat menuruni anak tangga yang dijadikan lintasan adu cepat. Meski senang, ia berharap panitia ke depan bisa memikirkan sisi keamanan, terutama para warga yang lalu-lalang.

“Lintasan yang turun anak tangga itu susah, saya sempat terjatuh saat melintas. Tapi asyik sih, saya harap event ini rutin digelar, dan ke depan keamanan warga juga dipikirkan,” pesannya.

Ketua Panitia Bendungan Urban Downhill Competition 2022 Bagyo Putranto menjelaskan, jika jumlah peserta gelaran tersebut menyentuh angka 208 pembalap yang berasal dari dalam dan luar Jawa Tengah. “Terjauh dari Batam, target kami ke depan ada peserta yang dari luar negeri,” ujar dia.

Baca juga:  Ditengarai Ada Perusahaan Nakal

Bagyo menambahkan, track yang harus dilalap oleh pembalap cenderung beranekaragam, mulai dari rumah kosong, kandang, kambing, tangga yang curam dan teras rumah warga yang harus dilewati dengan panjang 500 meter. “Konsepnya memang berbeda dengan downhill yang diselenggarakan di hutan, tapi lewatnya perkampungan,” tambahnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya