5.000 Tiket Konser Gratis HUT Jateng Habis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Memperingati HUT Jateng ke-72, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bekerja sama dengan Klenteng Sam Poo Kong menggelar konser Rapsodia Nusantara “World Peace Orchestra” pada Minggu (13/8).
Sebanyak 5.000 tiket gratis langsung habis diserbu warga Jateng lewat loket.com. Konser meriah hari jadi Jawa Tengah itu menjadi yang pertama menggabungkan musik orkestra barat dengan musik tradisional gamelan dan kolintang.

“Ini belum pernah ada di Indonesia, bahkan mungkin pertama kali di dunia,” kata Konduktor Orkestra Dwiki Dharmawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Disebutkan, kolaborasi musik barat dan tradisional tersebut merupakan ide dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jateng itu tidak hanya ingin memeriahkan HUT dengan hiburan, tapi sekaligus edukasi budaya.

Baca juga:  Puluhan Galon Isi Ulang Berbaris di Alun-Alun Wonogiri

Penampilan orkestra dimainkan oleh 50 kru muda berusia 17-20 tahun. Dwiki sengaja melibatkan generasi muda untuk mengenalkan musik sejak dini. Sehingga dapat mengembangkan kreasi musik tradisional di masa mendatang.

Sementara pemain gamelan supra dipegang oleh pelajar SMA Loyola Semarang. Lalu kolintang juga mahir dikuasai oleh pemusik lokal Semarang alat musik itu berasal dari Sulsel. Bahkan Semarang disebut memiliki pemain kolintang terbanyak di luar daerah asalnya.
“Menjaga kebudayaan itu tidak perlu dengan menjadi anti barat, justru kita perlu pelajari juga untuk bisa mengembangkan musik tradisional kita,” ungkap Dwiki.

Pihaknya akan membawakan 10 lagu tradisional nusantara, lalu pop Jawa, pop Indonesia, barat, dan beberapa karya musik baru. Sementara pemusik lainnya Sruti Respati asal Surakarta, Andy Rif, Dira Sugandi, Gabriel Harvianto, Filda.C.Wibowo, Nano Tirto hingga NDX Aka, dan lainnya akan turut memeriahkan perayaan tersebut.

Baca juga:  BPR Arto Moro kirim Atlet Muay Thai

“Nada, irama, kultur asal yang berbeda, hingga genre beragam rock, jazz, dsb akan kita padukan dalam satu penampilan,” imbuhnya.

Disampaikan, tema perdamaian itu sekaligus memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho pertama kali di Semarang yang membawa misi kedamaian. Venue megah dan bersejarah itu dinilai tepat untuk perayaan HUT Jateng.

“Ini membawa semangat kebangkitan pasca pandemi sekaligus kebangkitan ekonomi dan industri kreatif,” pungkasnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya