170 Siswa Difabel YAPC Bersaing Ikuti Lomba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Catarina Dwiana Wati merasa senang karena anaknya yang bernama Ellen mengikuti lomba bowling, meskipun tidak menang. Keceriaan di raut wajah Ellen tak bisa disembunyikan. Siswa kelas 12 SMA YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Semarang itu mengikuti lomba bowling di depan Auditorium YPAC Semarang.

“Sebagai orang tua, kalau anaknya senang, pasti orang tua ikut senang. Walaupun berhasil membidik satu saja, saya senang banget,” ujarnya.

Diakuinya, kegiatan pembelajaran di sekolah YAPC sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. “Anak-anak harus selalu didampingi, karena belum ada keseimbangan. Ellen ini kan mengalami tuna daksa,” ujarnya.

Ibu dua anak ini menambahkan, kedua anaknya merupakan siswa YPAC. “Kakaknya Ronald sekarang di Rumah Difabel, adeknya Ellen masih di sini,” ujarnya.

Baca juga:  Seru, Pegawai Pemkot Pekalongan Adu Ketangkasan Olahraga Tradisional

Wakil Kepala Kesiswaan YPAC Semarang Yusuf Krisnawan menjelaskan, perlombaan yang digelar disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak, dari SD hingga SMA. “Semua siswa, sekitar 170 anak terdiri atas tuna grahita dan tuna daksa mengikuti perlombaan ini,” ujarnya.

Sekitar sembilan lomba yang digelar oleh YPAC untuk menyambut Kemerdekaan RI. Seperti lomba bowling, memasukkan bola dalam keranjang, meniup lilin, balap kelereng, membawa tampah, dan lain-lain.

Karena di YPAC mempunyai dua jenjang, yakni SLB C dan SLB D untuk katagori Tuna Grahita dan Tuna Daksa. Tadi SLB C atau tuna grahita yang kecil membawa kelereng, yang besar membawa tampah di kepala. Kalau yang D atau tuna daksa yang kecil tiup lilin, yang besar bowling.

Baca juga:  Lomba Makan Kerupuk, Mengeluh Sakit Encok

“Hari ini (kemarin) empat lomba. Setiap pertemuan ada empat lomba, tergantung katagori,” ujarnya didampingi Guru Kelas, Handayani.

Ada beberapa kesulitan, seperti ketika lempar bowling. Harus dipegangi terlebih dahulu tangannya.

“Jadi tidak seperti bowling umumnya. Kalau umumnya digelindingkan ke bawah. Ini dilempar ke atas,” ujarnya.

Banyak manfaat dari perlombaan ini, seperti meningkatkan bakat siswa dan berinteraksi dengan teman-temannya.

“Lombanya dilakukan Jumat (kemarin), Senin dan Selasa,” ujarnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya