Persinas Asad Cetak Pesilat Berbakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kejuaraan Kota Perguruan Silat Nasional (Kejurkot Persinas) Asad 2022 diikuti 150 peserta, mulai siswa SD hingga SMA. Ajang ini menjadi wadah penting untuk mencetak pesilat berbakat. Dibuktikan pada 2018 silam, Indonesia meraih enam medali emas di ajang kompetisi pencak silat internasional di Thailand, dua di antaranya diborong oleh atlet Persinas Asad.

Kegiatan ini digelar Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDIIKota Semarang.  Ini merupakan tahun ketiga Kejurkot Persinas Asad Kota Semarang dihelat dengan dana hibah dari Pemkot Semarang. Kompetisi ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono di Aula Masjid Al Wali Tembalang, Semarang, Sabtu (6/8).

Baca juga:  Cititrans Lebarkan Sayap ke Jawa Tengah

Pada kesempatan itu, Sapto menyampaikan apresiasi dan dukungan pada kejurkot itu. Pasalnya, pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh Unesco. Maka kegiatan ini termasuk wujud pelestarian budaya.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu terlalu turun tangan dan ikut campur mengatur kegiatan positif serupa selama masyarakat mampu mengembangkan kegiatannya sendiri. Ia yakin LDII selaku bagian dari ormas punya peran penting membangun generasi muda tangguh dan cinta tanah air lewat ajang olahraga.

“Kami memang menyalurkan dana hibah untuk membiayai kegiatan yang diinisiasi ormas selama kegiatannya sesuai visi dan misi pembangunan Kota Semarang,” terang Sapto.

Ratusan peserta berasal dari 16 kecamatan di Kota Semarang. Mereka tampak antusias berbaris rapi pada upacara pembukaan. Beberapa atraksi ditampilkan sebelum pertandingan dimulai.

Baca juga:  Kelurahan Kembangarum Andalkan Tanaman Herbal

Ketua DPD LDII Kota Semarang Suhindiyo menyebutkan, sebelumnya salah seorang atletnya, Khairuddin Miftah, dinobatkan sebagai atlet silat terbaik dunia. Sehingga ia optimistis kegiatan tahunan ini akan mendorong lahirnya rekor baru yang bersejarah. “Ini sebagai bentuk pembinaan generasi penerus kami untuk bisa jadi atlet Persinas Asad yang selanjutnya dapat berkompetisi di Kejurprov,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya