alexametrics

Relokasi Pedagang Buah Tunggu Pembongkaran 14 Tempat Karaoke

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Rencana pemindahan pedagang grosir buah Pasar Johar ke Pasar Klitikan Penggaron akan dilakukan dalam waktu dekat. Kemarin, Satpol PP, Dinas Perdagangan, perwakilan pedagang telah melihat langsung calon lapak yang akan ditempati.

Sebanyak 14 tempat karaoke di Pasar Klitikan Penggaron bakal dibongkar untuk mendukung relokasi para pedagang grosir buah Johar. Para pemilik karaoke diminta untuk pindah ke lantai 2.

“Sudah ada kesepakatan, pemilik karaoke nantinya akan pindah ke lantai dua. Sementara pedagang buah grosir menempati dua blok di lantai dasar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Kamis (4/8).

Fajar menerangkan, lantai dasar bakal bersih dari sekat-sekat bangunan karaoke. Proses pembongkaran akan dibantu petugas Satpol PP. Rencananya pedagang buah grosir akan masuk pada awal September.

Baca juga:  IDI Jateng Usulkan Rumah Sakit Khusus Tangani Korona

“Paguyuban karaoke minta waktu, kita berikan waktu satu bulan. Kalau memang tidak bisa nanti akan kita bantu pembongkarannya,” jelasnya.

Mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar untuk kembali membangun tempat karaoke, Fajar menyarankan agar pengusaha karaoke beralih usaha kafe dengan live musik.  “Kalau mau karaoke lagi monggo, tapi kami tawarkan buat kafe juga,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan ini meminta pedagang grosir buah membuat pernyataan akan segera menempati Pasar Klitikan setelah pembongkran rampung.

“Nanti soal fasilitas lain akan diselesaikan oleh Pemkot Semarang. Mulai dari tempat sampah, perbaikan jalan, dan penataannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menambahkan, ada 198 pedagang grosir buah Johar yang akan masuk ke Pasar Klitikan. Awalnya, semua pedagang tersebut ditargetkan masuk 17 Agustus, namun karena ada kendala dipastikan mundur sampai September.

Baca juga:  Antisipasi Lonjakan Kehamilan Selama Pandemi, Fasilitas KB Tetap Dibuka

“Sudah kami rencanakan sebelumnya, ada dua blok yang siap ditempati. Tapi karena ada kendala, penempatannya mundur awal September,” tegasnya.

Pihaknya akan segera membuat petak los terbuka, luasanya lebih besar dibanding los pada umumnya. Terkait sarana prasarana Pemkot Semarang meminta OPD lainnya ikut membantu melengkapi.

“Kami minta bantuan OPD terkait. Sudah ada persiapan, terutama untuk bongkar muat struktur jalan kan harus kuat, jadi mungkin akan dibuat dari beton karena nanti yang masuk kan truk ban dobel. Tapi kalau tronton tidak memungkinkan masuk di sini,” terangnya.

Terpisah, Ketua Tim Pengawal Pasar Grosir Johar, Sakdulah mengatakan, para pedagang setuju dipindah ke Pasar Klitikan Penggaron, dengan syarat areal relokasi bersih tanpa sekat, karena saat ini masih di tempati pemilik usaha karaoke.

Baca juga:  Kairul Anwar Kembali Pimpin AAI Semarang.

“Kalau ada sekat kan menganggu pandangan, nah kita sudah sepakat kalau karaoke dipindah ke lantai dua, dan pedagang grosir ada dilantai bawah,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar Pasar Johar relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ditutup setelah para pedagang pindah ke Pasar Klitikan. Pemerintah, kata dia, harus tegas agar tidak menimbulkan gejolak.

“Kita juga menunggu pembangunan sarana dan prasarana, karena untuk loading area parkir di sini harus diperbaiki,” pungkasnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya