alexametrics

Tingkatkan Ekonomi, Pemkot Semarang Beri 1.000 Benih Lele

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan pelatihan budidaya 1.000 ikan lele di kolam terpal berdiameter 2 meter kepada 40 warga RW 2 Kelurahan Kedungmundu. Ini untuk memberikan stimulan dalam upaya meningkatkan perikanan darat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin menjelaskan, perikanan darat ini dipilih karena konsumsi ikan masyarakat masih rendah. Selain itu, pasar ikan masih terbuka.

Dengan pemberian bibit ikan lele dan kolam terpal, harapannya masyarakat juga melakukan aktivitas perekonomian. “Ini hanya stimulan. Kami berharap masyarakat bisa merawat dan menjual ikannya,” kata Iswar dalam acara pelatihan yang digelar di belakang Balai RW 2 Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Rabu (6/7).

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Suhindoyo berharap kelompok-kelompok pembudidaya ikan lele ini sudah dibentuk, sehingga bisa memberdayakan masyarakat lainnya. Dengan demikian, kegiatan ini terus berkelanjutan. Selain itu, kolam terpal lebih besar keberhasilannya daripada budikdamber. “Karena kolam terpal ini dilakukan secara berkelompok, ada tanggung jawabnya. Kalau budikdamber ini individu banyak yang gagal,” ujarnya.

Baca juga:  Kampanye Cegah Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Kereta Api

Salah satu warga, Sudaryono, menjelaskan dirinya sudah dua tahun melakukan budidaya ikan lele dengan memanfaatkan lahan kosong. Dirinya sempat mengalami kerugian Rp 12 juta karena tidak ada keuntungan dua tahun ini. Padahal memiliki enam kolam ikan dengan ukuran 3×3 meter. Baru diisi 10 ribu ekor. “Makanya saya mengikuti pelatihan ini. Saya berharap bisa meminimalkan biaya dan mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Saat ini, terdapat bantuan berupa kolam terpal, seribu benih ikan lele, pakan, dan pelatihan diberikan oleh Dinas Perikanan Kota Semarang. “Ke depannya kami membentuk kelompok supaya dibagi tugasnya. Karena ini investasi dan perekonomian RW 2 meningkat,” kata Ketua RW 2 Sigid Widiyanto didampingi oleh Lurah Kedungmundu Jumadi. (fgr/ida)

Baca juga:  Kebijakan Tanpa Non ASN, Masih Wait and See

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya