alexametrics

Omzet Pedagang Seragam Meningkat 80 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah akan berlangsung mulai Senin (11/7) mendatang. Setelah dua tahun paceklik karena pandemi Covid-19, kini pedagang bisa meraup peningkatan omzet hingga 80 persen.

Masyarakat mulai berbondong-bondong ke toko seragam. Terutama di Toko HA Kadir, Jalan Kauman, Bangunharjo. Mereka turut serta membawa anaknya untuk membeli seragam merah putih dan Pramuka.

Pemilik toko seragam di Jalan Kauman Haris Yulianto mengatakan, kebijakan pemerintah mengenai berlangsungnya PTM 100 persen meningkatkan penjualan seragam di tokonya. Sebenarnya peningkatan ini sudah dimulai sejak tahun 2021, grafiknya terus naik.

“Kini peningkatannya cukup signifikan, sebanyak 80 persen untuk penjualan seragam sekolah,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di tokonya, Rabu (6/7).

Baca juga:  Makin Sepi, Pedagang Pasar Bulu Mulai Tak Betah

Ia menambahkan, dalam sehari bisa menjual 150 pcs seragam sekolah. Berbeda saat pandemi Covid-19, hanya ada dua sampai tiga orang saja yang datang untuk membeli. Sementara untuk harga ia mematok tarif Rp 150 ribu per pcs untuk ukuran kecil dan Rp 170 ribu untuk ukuran yang paling besar. “Yang banyak dicari saat ini seragam SD. Baik seragam merah putih maupun Pramuka,” tambahnya.

Selain menjual seragam sekolah, pihaknya juga menjual seragam dinas dan keperluan sekolah lainnya. Pihaknya mempredikasi, peningkatan akan terjadi hingga Agustus mendatang. Saat mahasiswa mulai masuk kuliah.

“Biasanya satu pekan sebelum masuk sekolah masyarakat baru membeli seragam,” kata Ulya, pedagang seragam lainnya.

Baca juga:  Nginap di Hotel Berbintang, Nakes Cukup Bayar Rp 10 Ribu

Mengenai harga seragam, Ulya menegaskan, belum ada kenaikan. Yakni Rp 125 ribu per pcs untuk atasan pendek dan rok panjang. Sementara untuk seragam pramuka Rp 140 per pcs.

Salah satu pembeli Monika mengaku sedang membeli seragam sekolah untuk adiknya. Menurutnya membeli seragam lebih awal dilakukan agar tidak kehabisan ukuran yang pas. “Takut kehabisan stok, makanya ini beli di awal waktu. Biasanya ukuran seragam kalau mepet mau masuk sekolah suka kosong,” akunya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya