alexametrics

ASN Pemkot Semarang Wajib Naik Angkutan Umum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangAda pemandangan berbeda di halaman dan gedung parkir Balai Kota Semarang, Rabu (6/7) kemarin. Jika biasanya hiruk pikuk kendaraan parkir silih berganti, pagi sampai petang kemarin semua tampak sepi dan steril. Para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang tak membawa kendaraan pribadi menuju kantornya. Begitu pula tamu yang datang diminta untuk menitipkan mobilnya di kantong parkir terdekat, seperti kawasan DP mall dan berjalan kaki menuju balai kota.

Bukan tanpa alasan dalam hari ‘Bebas Kendaraan Bermotor’ kemarin dilakukan Pemkot Semarang untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup. ASN wajib menggunakan transportasi umum setiap Rabu untuk mengurangi emisi gas buang.

“Rabu ini sampai Agustus akan dilakukan sekitar enam kali. Hari ini (kemarin, Red) ASN sudah memakai kendaraan umum, namun belum maksimal. Rabu pekan depan, kami wajibkan pakai transportasi umum untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus mengurangi pemakaian kendaraan pribadi,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (6/7).

Baca juga:  Hadapi Pandemi, Pemerintah Dituntut Lebih Inovatif

Hendi –sapaan akrab wali kota—menjelaskan, dengan upaya ini, diharapkan Kota Semarang lebih sejuk dan sehat. Masyarakat yang bekerja di bidang transportasi umum juga bisa mendapat berkah dari diberlakukannya Hari Bebas Kendaraan ini.

Kendaraan kantor, misalnya kendaraan operasional ataupun kendaraan dinas pun tidak diizinkan keluar, kecuali kendaraan yang melayani publik. Misalnya, truk pengangkut sampah, Trans Semarang atau eskavator. Selain untuk ASN, Hendi juga mengajak masyarakat untuk turut melakukan hal serupa, namun hanya bersifat imbauan.

“Hari ini (kemarin, Red) uji coba dulu. Rabu depan wajib untuk teman-teman ASN. Masyarakat umum boleh mengikuti program ini, sifatnya imbauan,” ucapnya.

Pemkot, kata dia, juga menggelar lomba Hari Bebas Kendaraan dengan total hadiah Rp 50 juta. Masyarakat bisa mengunggah foto mereka menggunakan transportasi umum saat Hari Bebas Kendaraan di akun media sosial, dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah pada 17 Agustus mendatang.

Baca juga:  12 RW Ramaikan Bazar UMKM Gondoriyo

“Nanti ada lombanya dan diundi, hadiahnya total Rp 50 juta. Untuk masyarakat yang setiap Rabu kirim fotonya dengan naik transportasi umum. Hadiahnya diserahkan saat 17 Agustus,” katanya.

Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Semarang Nana Storada Dwi Martadi membeberkan, ada dua kategori lomba yaitu masyarakat umum dan Pemkot Semarang. Tujuannya, tak lain untuk mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum, mengurangi kemacetan, dan mengurangi emisi gas.

“Teknisnya mengirim foto di media sosial dengan hastag. Nanti kami berikan informasi lebih lanjut mengenai hastag-nya. Nanti kami akan memilih juaranya. Total Rp 50 juta untuk dua kategori,” kata mantan Kepala Diskominfo Kota Semarang ini.

Kota Semarang, kata dia, juga akan dijadikan pilot project untuk Kota Ramah Lingkungan dengan indikator penggunaan bahan bakar gas (BBS) di bus Trans Semarang, di rumah tangga, dan di industri untuk mendukung Kota Ramah Lingkungan.

Baca juga:  Kecelakaan Maut di Jalan Raya Solo-Semarang, Sopir dan Kernet Truk Trailer Tewas

“Bisa mengirim foto sampai 10 Agustus, sebanyak-banyaknya. Namun akan dipilih yang terbaik,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman memberikan dukungan penuh langkah pemkot untuk mengurangi gas buang dengan Hari Bebas Kendaraan. Pilus –sapaan akrabnya– pun berangkat ke kantor menggunakan angkutan umum. “Ini sedang diawali di lingkungan pemkot, mudah-mudahan masyarakat bisa ikut serta. Tadi saya juga naik angkot ke kantor, ya bisa mengurangi polusi dan kemacetan lah,” katanya.

Pilus menambahkan, adanya kebijakan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi pengusaha transportasi kecil yang terseok-seok karena persaingan bebas dengan taksi online ataupun ojek online.

“Pengusaha angkot juga bisa mencapatkan rezeki ya, jadi perekonomian mereka juga bisa naik. Nah kalau ada reward itu sebagai bentuk rangsangan agar masyarakat mau berpindah,” bebernya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya