alexametrics

Pandemi Sebabkan Silpa Capai Rp 200 M, Dewan Desak Pemkot Semarang Tingkatkan Kinerja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa) APBD Kota Semarang tahun 2021 lalu ternyata masih cukup tinggi. Nominalnya mencapai Rp 200 miliar.

Tingginya besaran Silpa ini membuat DPRD Kota Semarang mendesak Pemkot Semarang untuk meningkatkan kinerja agar realisasi pendapatan di APBD bisa lebih maksimal, meskipun selisih dari penerimaan dan pengeluaran bisa dibilang tidak terlalu besar.

“Karena pandemi Covid-19, imbasnya pelaksanaan program tertunda. Tapi saya kira Silpa tahun lalu sangat tipis,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman.

Pilus begitu ia disapa menerangkan, pendapatan APBD tahun 2021 di angka Rp 4,8 triliun dan total belanjanya Rp 4,7 triliun. Meski cukup tipis, DPRD tetap mendorong Pemkot memaksimalkan kinerjanya pada tahun 2022 ini.

Baca juga:  Sepuluh RW Meriahkan Lomba Masak di Kelurahan Gunungpati

“Dari catatan dewan, Pemkot Semarang sudah melaksanakan program yang berjalan dengan baik. Bahkan punya kinerja yang menggembirakan, memiliki catatan wajar tanpa pengecualian,” tuturnya.

Politkus PDI-Perjuangan ini menambahkan, beberapa pos anggaran untuk mendongkrak pendapatan menurutnya harus dimaksimalan. Misalnya seperti di parwisata yang saat ini sudah mulai normal.

“Misalnya dari sisi pariwisata harus digenjot. Selain itu, dari segi retribusi pun harus digenjot, misalnya retribusi pasar dan lainnya. Dinas Pariwisata pun harus melakukan upaya untuk menarik wisatawan,” tambahnya.

Perlu diketahui saat Rapat Paripurna Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban APBD Kota Semarang tahun 2021, realisasi pendapatan dan belanja anggaran APBD tahun 2021 masih mencatatkan Silpa sebesar Rp 279,6 miliar. Dengan realisasi pendapatan tahun 2021 adalah Rp 4,8 triliun lebih, dan belanja Rp 4,7 triliun lebih.

Baca juga:  September, Gedung Parkir Ditarget Selesai

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu yang mewakili Wali Kota Semarang Hendra Prihadi dalam sambutannya menjelaskan, Silpa tersebut terjadi karena kondisi pertengahan tahun 2021, muncul varian delta. Akibatnya, program yang telah dianggarkan ternyata belum terserap dan terealisasi.

Mbak Ita bagitu ia disapa menjelaskan, Pemkot akan evaluasi untuk memaksimalkan pendapatan, agar pengeluaran dan pembangunan bisa terealisasi sesuai yang direncanakan. “Tahun 2022, pendapatan akan digenjot. Bagaimanapun pembangunan dan kegiatan mulai berjalan normal kembali. Kalau tidak maksimal, justru akan defisit,” ujarnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya