alexametrics

Hendi Sebut Tjahjo Kumolo Sosok Low Profile

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Meninggalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Tjahjo Kumolo tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, namun juga para tokoh politik di Indonesia, termasuk Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Hendi –sapaan akrab wali kota– merasa kehilangan atas berpulangnya salah satu tokoh senior PDI Perjuangan tersebut. Di mata Hendi, Tjahjo Kumolo merupakan salah satu sosok yang dia kagumi, karena pribadinya yang low profile.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Saya dan seluruh warga Kota Semarang ikut berduka cita atas meninggalnya Bapak Tjahjo Kumolo. Beliau adalah orang yang baik, sangat menghormati seluruh lawan bicaranya. Kami cukup dekat karena beliau juga meniti karir dari Kota Semarang,” kata Hendi saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (1/7) siang.

Kabar duka tersebut, lanjut Hendi, ia dapat dari Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan. Sebelumnya, Tjahjo Kumolo dikabarkan sakit dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit sejak beberapa minggu lalu. Hendi sendiri sempat menjenguk almarhum saat tengah dirawat di rumah sakit.

“Seminggu lalu, saya bezuk beliau. Catatan dari dokter, gula beliau tinggi. Beliau kalau sakit tidak dirasakan, tetap profesional dalam bekerja. Setahu saya juga tidak ada pantangan makan. Saya adalah salah satu kader beliau. Banyak hal-hal baik dari beliau yang saya contoh,” ujarnya sedih.

Pada 11 Mei 2022 lalu, lanjut Hendi, Tjahjo sempat menghadiri upacara HUT ke-475 Kota Semarang di balai kota. Dalam kesempatan tersebut, almarhum menerima piagam penghargaan sebagai Warga Kehormatan Kota Semarang atas Dedikasi dan Pengabdiannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga:  Kaki Palsu dan Laptop untuk Reno

“Beliau hadir untuk menerima penghargaan warga kehormatan Kota Semarang. Penghargaan tersebut karena kiprah beliau yang luar biasa. Ini menunjukkan kebanggaan warga Kota Semarang terhadap Tjahjo Kumolo sebagai tokoh yang sukses di kancah politik nasional,” katanya.

Kemarin, jenazah Tjahjo Kumolo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sebelum meninggal, Tjahjo sempat menjalani perawatan intensif selama dua minggu di rumah sakit akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

“Saat ini saya sedang di Blitar. Saya perjalanan ke Semarang. Besok pagi (hari ini, Red) rencananya saya takziah beliau ke Jakarta. Semoga almarhum husnul khotimah,” ujarnya.

Tak hanya Hendi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga merasa kehilangan dengan wafatnya Tjahjo Kumolo. Ia mengenang Tjahjo sebagai sosok senior yang suka memotivasi generasi muda. “Saya mewakili keluarga, pribadi, dan masyarakat Jawa Tengah menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Mas Tjahjo Kumolo. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan seluruh dosanya diampuni,” kata Ganjar saat ditemui sebelum berangkat ke Jakarta, Jumat (1/7) siang.

Ganjar mengaku terkejut saat mendengar kabar seniornya itu meninggal. Saat itu, Ganjar sedang dalam perjalanan menuju ke Kebumen. Ia pun membatalkan agenda ke Kebumen. Ia langsung berbalik arah menuju Bandara Ahmad Yani Semarang, dan terbang ke Jakarta untuk melayat.

“Tadi pagi (kemarin) saya mendengar berita ini. Rencana saya mau ke Kebumen, langsung saya batalkan, dan Insya’Allah saya mau takziyah ke Jakarta. Ini baru menuju ke bandara karena masih menunggu pesawat mampir dulu di tempat warung makan Ibu Ana, manyung yang sangat terkenal. Dan semua seperti ndilalah begitu ya, di belakang saya persis ada fotonya Pak Tjahjo Kumolo sama Ibu Ana. Ternyata beliau juga suka makan di sini,” ujar Ganjar sebelum bertolak ke Jakarta.

Baca juga:  Rangkaian Peringatan HUT RI Tetap Digelar di Tengah Pandemi

Ganjar kemudian menceritakan sosok Tjahjo Kumolo yang sudah ia kenal lama. Menurutnya, Tjahjo Kumolo merupakan orang yang luar biasa humble, grapyak, dan tidak sudah protokoler sebagai menteri. Sementara sebagai senior di partai, Tjahjo menjadi sosok yang sangat mendorong dan memotivasi generasi muda.

“Itu luar biasa. Saya pernah menjadi sekretaris beliau di fraksi, sama Mas Bambang Pacul waktu itu. Terus kemudian waktu beliau jadi Sekjen, kita juga membantu lini-lini partai melalui lembaga-lembaga fungsional partai, dan itu menurut saya bagian cara beliau memberi ruang kepada generasi muda,” tuturnya.

Ganjar juga mengenang jasa dan terobosan-terobosan yang dilakukan Tjahjo Kumolo saat menjabat sebagai menteri. Misalnya, saat menjabat Menteri Dalam Negeri, kata Ganjar, Tjahjo merupakan sosok yang terbuka dan suka mendengar suara dari bawah, termasuk dari bupati, wali kota, dan gubernur.

“Bahkan seringkali beliau bertanya bagaimana kondisi sebenarnya dan bagaimana mengusulkan itu. Terakhir menjadi Menteri PAN-RB, beliau sangat aktif mendorong reformasi birokrasi di daerah. Tadi pagi kami juga lagi lomba inovasi di Kemen PAN-RB. Biasanya beliau menyambut, tapi sudah beberapa minggu ini gerah (sakit) dan hari ini kapundhut (wafat), tadi suasana itu belum terasa, karena belum ada berita. Tapi itulah aktivitas yang beliau pimpin di Kemen PAN-RB yang terus mendorong seluruh lini pelayanan publik ini untuk melakukan inovasi dan memberikan pelayanan terbaik,” kenang Ganjar.

Baca juga:  Perawatan Kampung Miroto Paru-Parune Kutho Kurang Optimal

Sementara itu, Ana, pemilik warung makan seafood Ibu Ana di komplek PRPP Semarang mengaku terkejut saat mendengar berita Tjahjo Kumolo meninggal. Ia kemudian menceritakan bahwa Tjahjo Kumolo sering mampir untuk makan di warungnya saat berkunjung ke Semarang. “Sudah lima kali makan di sini. Kalau mau ke Jakarta langsung mampir makan di sini bersama timnya. Sukanya makan srimping, udang saus besar, sukanya itu. Tapi kadang tidak dimakan semua. Mangut juga, beliau suka. Orangnya itu pendiam, sabar, dan merakyat. Saya pernah ngobrol dan ini foto saya sama beliau,” ujarnya sambil menunjukkan foto bersama Tjahjo Kumolo yang dipajang di samping fotonya bersama Ganjar Pranowo.

Seperi diketahui, Tjahjo Kumolo meninggal di Rumah Sakit Abdi WaluyoJakarta, Jumat (1/7) kemarin sekitar pukul 11.10. Sebelum meninggal, Tjahjo sempat menjalani perawatan selama beberapa pekan. Informasi yang diperoleh, Tjahjo mengalami sakit infeksi paru-paru dan harus menjalani perawatan intensif. Tugasnya sebagai Menteri PAN-RB sementara waktu digantikan oleh Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. (den/ida/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya