alexametrics

Desak Pemkot agar Cabut Permanen Izin Usaha Holywings

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Promo yang dilakukan Holywings Jakarta bagi pengunjung yang memiliki nama Muhammad dan Maria berbuntut panjang. Meski tempat ajep-ajep di Kawasan Kota Lama ini telah menutup operasional sementara waktu, namun desakan untuk menutup tempat usaha secara permanen terus bergulir.

Salah satunya datang dari Forum Umat Islam Semarang (FUIS) yang melakukan aksi demo di depan Balai Kota Semarang. Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencabut izin usaha Holywings Semarang secara permanen Jumat (1/7). “Kami kecam keras promo yang dilakukan. Karena promo yang dilakukan bertentangan dengan ajaran agama,” kata Ketua FUIS Wahyu Kurniawan.

Menurutnya, Muhammad merupakan nama Nabi umat Islam yang sangat mulia. Begitupun Maria adalah nama yang dihormati oleh umat Kristiani. “Bagi kami, promosi minuman keras menggunakan kedua nama itu sangat menyakitkan dan melukai perasaan umat beragama,” ungkapnya.

Baca juga:  Peduli Pendidikan, Gelar Lomba Lari

Wahyu memberikan pandangan jika kasus tersebut masuk dalam kategori penodaan agama dan melanggar peraturan yang ada di Indonesia. Pihaknya mendesak Pemkot Semarang untuk mencabut izin usaha Holywings karena telah membuat kegaduhan dengan isu sara.

“Kami meminta semua lapisan masyarakat bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan sendiri. Kita harus menyerahkannya kepada pihak yang berwenang agar diusut tuntas dan transpran,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pecinta Ulama Habaib Jateng, Sihabudin mengatakan, sebelumnya telah dilakukan audiensi dengan Pemkot Semarang. Pihaknya meminta Holywings ditutup total, selain telah menghina nama Muhammad, Holywings dinilai telah merusak generasi bangsa. “Sudah disepakati, tapi belum sampai ke Pak Wali Kota, karena masih di luar kota. Pemkot menerima aspirasi kami untuk penutupan Holywings dan akan kami kawal,” tegasnya.

Baca juga:  Terkuak, Puluhan Toko Modern di Kabupaten Pekalongan Melanggar Perda

Pihaknya akan mencari orang bernama Muhammad untuk dikumpulkan dan dikoordinir agar menuntut manajemen Holywings, karena merasa dirugikan. “Ada dua orang menuntut Rp 100 miliar. Nanti, kami akan mengumpulkan orang-orang yang namanya Muhammad supaya menuntut Holywings,” tambahnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya