alexametrics

Lancarkan Drainase, Keruk Sedimentasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Volume debit air sepanjang drainase di Jalan Siliwangi dan Jalan Sri Kuncoro Raya terus bertambah. Karena sedimentasi menumpuk, saluran air menjadi tersendat. Bahkan sempat menggenangi 20 rumah warga di empat RW di Jalan Sri Kuncoro dan Balai Kelurahan setiap kali turun hujan.

Karena itulah, Pemerintah Kelurahan Kalibanteng Kulon meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengerukan sedimentasi tersebut. Pengerukan dimulai sejak dua minggu lalu. “Alhamdulillah, sekarang surut air hujan bisa lebih cepat karena sedimentasinya sudah dikeruk. Dulu butuh berjam-jam untuk bisa surut banjirnya,” ujarnya.

Ia berharap ada penambahan saluran di Jalan Sri Kuncoro Raya. Karena jalan tersebut hanya memiliki saluran satu sisi saja. “Planning-nya hanya drainase maksimal, tidak ada pembebasan lahan,” jelasnya.

Baca juga:  35 Formasi CPNS Pemkot Semarang Sepi Pendaftar

Pengawas Lapangan Drainase DPU, Ridho Dwi Setyawan menjelaskan, setebal satu meter sedimentasi yang menumpuk di saluran di sepanjang Jalan Siliwangi. Selain itu, imbas dari sedimentasi ini, arus lalu lintas terganggu karena adanya genangan. “Aktivitas warga Kalibanteng Kulon juga terganggu,” ujarnya.

Pihaknya melakukan perawatan saluran, dengan cara membongkar balok-balok jalan di atas saluran kemudian dikeruk. “Lalu ini ditutup kembali,” jelasnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya