alexametrics

Pengguna Narkotika Sebaiknya Direhabilitasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Para pengguna narkotika sebaiknya diberikan sanksi untuk direhabilitasi. Bukan justru dipidana dan dipenjara. Sebab tidak jarang, mereka di penjara justru semakin parah dan bahkan memiliki jaringan kuat menyebarkan barang haram tersebut.

Dosen Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata dan Akademi Kepolisian Indra Dwi Purnomo mengatakan penjara bukan solusi. Bahkan berpeluang masuk penjara lagi dengan kasus sebagai pengedar. “Jika hanya pemakai seharusnya direhabilitasi agar bisa sembuh,” katanya.

Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba menyasar sistem reward/ganjaran otak. Baik langsung maupun tidak langsung. Ganjaran yang diinduksi oleh zat, lebih kuat dari ganjaran yang terjadi secara alami. Contohnya, pada pemakai methamphetamine atau shabu, akan cepat efek kenaikan dopamine. Stimulasi berlebihan menghasilkan efek euphoria meningkat. Ini mengajarkan mereka untuk mengulangi perilaku tersebut.

Baca juga:  Landainya Jalan Siliwangi sudah Bisa Dirasakan

“Efek hasil sirkuit kesenangan otak itu mengerdilkan kesenangan yang dihasilkan perilaku alami seperti makan dan seks. Efek dari ganjaran yang sangat kuat tersebut akan menguatkan motivasi orang untuk menggunakan narkoba berulang-ulang kali,” jelasnya.

Ia menilai kondisi seseorang mengalami adiksi/kecanduan merujuk pada kondisi ketergantungan psikologis. Ketergantungan zat mempengaruhi cara kerja otak, bersifat kronis, progresif, gangguan kejiwaan dan gangguan perilaku. Sehingga perlu dipulihkan melalui proses terapi dan rehabilitasi bagi penyalahgunanya.

“Berbeda dengan pengedar. Tetap harus dihukum penjara. Jika perlu diberikan hukuman mati karena meracuni banyak orang,” tegasnya

Untuk menerapkan rehabilitasi harus dilakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta kuantitas jumlah tempat rehabilitasi.  Kasus narkotika kemudian dipenjara cukup mendominasi di Semarang.

Baca juga:  Persiapkan Lomba Nasional dengan Fasilitas Pinjaman

Di Lapas Perempuan Semarang ada 172 warga binaan kasus narkotika dari jumlah total 299 warga binaan. Sementara, di Lapas Kedungpane sebanyak 1.074 warga binaan merupakan kasus narkotika. Angka tersebut dari total 1.720 warga binaan. (ifa/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya