alexametrics

Hendi Dinilai Berhasil Bentuk Satpol PP yang Humanis

Mendagri Beri Penghargaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan Karya Bhakti Satpol PP dari Menteri Dalam Negeri. Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan di Balai Kota Semarang Jumat (24/6). Penghargaan ini diberikan kepada kota/kabupaten yang dinilai berprestasi dalam penyelenggaraan penegakan Perda Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Satpol PP Semarang selama ini dianggap sangat masif dalam menegakkan perda, tapi hampir tidak muncul gejolak dalam masyarakat (dalam eksekusinya). Kalau ada satu dua ya Alhamdulillah bisa segera diselesaikan,” tegas Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut.

Menurut Hendi, kunci penegakan perda adalah dilakukan secara humanis. Tahap demi tahap. “Dirembug dulu, harus dikasih peringatan dulu. Kalau perlu dicarikan tempat pengganti. Kalau sudah ditawarkan solusi itu tapi masih tidak mau maka harus ada tindakan tegas dari Satpol PP,” ujarnya.

Baca juga:  Meresahkan, 12 Anak Jalanan di Terminal Sawangan Ditertibkan

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Semarang menjadi tujuan orang-orang untuk mencari pekerjaan. Baik dari dalam kota maupun luar kota. Yang menjadi permasalahan adalah tidak semua orang yang datang mencari kerja memiliki keterampilan sehingga mereka berakhir menggelandang, menjadi anak jalanan, atau mendirikan lapak-lapak liar.

“Muncul banyak problem yang kadang-kadang bertentangan antara hati nurani dan keinginan supaya kota kita menjadi rapi,” katanya.

“Satpol PP perlu dipimpin oleh orang yang benar-benar mampu mengatasi masalah ini. Maka selalu saya tekankan camat dan lurah harus diajak rundingan. Mereka harus jadi benteng yang pertama. Kalo sampai harus ada penegakan maka eksekusinya harus humanis,” tegas Hendi.

Sementara itu, Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Kemendagri Bernhard E Rondonuwu, menyatakan setuju dengan pendekatan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang. Bernhard mengapresiasi gagasan Hendi bahwa penertiban membutuhkan dukungan bersama dan kolaborasi dalam pelaksanaannya.

Baca juga:  Babat Reklame Mangkrak dan Bodong

“Kota Semarang sudah kita declare sebagai percontohan bagi teman-teman Satpol PP di 548 kota-kota lain. Kalau bisa mereka datang (studi banding) ke Kota Semarang untuk belajar,” pungkas Bernhard. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya