alexametrics

Lindungi Kekayaan Intektual melalui Mobile IP Clinic

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Boyamin mendapatkan predikat sebagai tokoh peduli Kekayaan Intelektual. Boyamin pun mendapatkan sertifikat dari Stafsus Menkumham Fajar Lase dan Kakanwil Kemenkumham Jateng Yuspahruddin di Gedung Weeskamer, Kota Lama Semarang, Selasa (21/6) kemarin.

Boyamin diketahui telah mendaftarkan karya Ki Narto Sabdo. Inisiasi ini ia lakukan agar lagu-lagu legendaris Ki Narto Sabdo tidak hilang. Terbukti, dari sekitar 300 lagu yang diciptakan tokoh Jawa ini, kini hanya 10-an lagu saja yang terkenal. Kendati demikian, jika terjadi pelanggaran dalam penggunaan lagu karya Ki Narto Sabdo, pihaknya tidak akan melakukan upaya hukum.

“Saya melakukan perjanjian dengan ahli waris, tidak akan melakukan atau memperkarakan pelanggar hak cipta. Apalagi jika digunakan dalam acara campur sari ataupun nikahan, atau yang menghasilkan ekonomi sekalipun. Tidak akan kami kejar secara hukum. Hanya imbauan. Jadi tetap diperbolehkan menggunakan karyanya untuk berkreasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Kiai Nasionalis, Rendah Hati dan Penyayang

Boyamin sebagai tokoh peduli Kekayaan Intelektual mengimbau Pemda agar memberikan dana hibah/bansos untuk mengurusi kekayaan intelektual. Karena dengan mendaftarkan hak KI turut memberikan support, maka para pelaku ekonomi semakin sejahtera dan para seniman lebih lestari.

“Pemerintah harus kita paksa hadir. Saya hanya membantu agar sebuah karya seni lebih bernilai. Supaya lebih abadi. Mengingatkan akan pentingnya pendaftaran kekayaan intelektual salah satunya agar milik kita entah produk, merek, tidak diakui orang lain,” tegasnya.

Selain memberikan penghargaan kepada koordinator MAKI ini, juga dilakukan penyerahan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kepada pemerintah daerah yang telah mencatatkan Kekayaan Intelektual yang dimiliki daerahnya.

Sementara itu, guna mempermudah masyarakat memperoleh layanan Kekayaan Intelektual (KI), Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Intelektual (KI) bekerja sama dengan Kanwil Kemenkumham Jateng menyelenggarakan Mobile IP Clinic selama 4 hari di Gedung Weeskamer, Kota Lama Semarang.

Baca juga:  Diprotes Masyarakat, Pemasangan Kanopi di Jalan Suari Kota Lama Dihentikan

Yuspahruddin mengatakan, berdasarkan data hingga semester pertama tahun ini, di Provinsi Jateng tercatat 3.213 permohonan Merek, 3.133 permohonan Hak Cipta, dan belum termasuk permohonan Paten, Desain Industri dan pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal.

“Dengan diadakannya kegiatan Mobile IP Clinic ini, semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran dan mendapatkan akses layanan Kekayaan Intelektual dengan lebih mudah, efektif, dan efisien,” tuturnya. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya