alexametrics

Terganggu Suara Letusan, Warga Minta Lapangan Tembak Akpol Direlokasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Warga dua  kelurahan yang berdomisili di sekitar kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang mengeluhkan suara letusan  yang berasal dari lapangan tembak Akpol.  Warga yang dimaksud berdomisi di RT  02 RW 07 Tengger, Kelurahan Gajahmungkur dan RT 02 RW 05 Semeru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur.

Warga berharap Akpol merelokasi lapangan tembaknya. Terkait aduan tersebut, warga berkirim surat ke  Kapolri, Komisi III DPR RI, Gubernur Akpol,  dan Kapolda Jateng.

Dalam surat tersebut, warga menyampaikan bahwa suara yang memekakkan telinga berasal dari lapangan tembak Akpol. Lebih tepatnya, suara-suara tembakan latihan para taruna-taruni Akpol. Padahal kompleks bangunan Akpol hanya beberapa meter dari permukiman warga.

Siswadi, warga RT setempat mengatakan, jarak antara permukiman penduduk dengan lapangan tembak Akpol hanya dipisahkan oleh tembok pembatas saja.

Baca juga:  Bejat! Santriwati di Magelang Dicekoki Miras, Diperkosa dan Disekap Selama Empat Hari

“Suara letusan peluru yang bahkan terdengar hingga jarak kurang lebih 1 kilometer, terdengar oleh kami dari jarak sangat dekat, hanya beberapa meter saja,” kata Siswadi.

Masih menurut Siswadi, betapa kerasnya suara letusan tersebut. “Rasanya seperti mirip terteror setiap hari. Suara ledakan sangat mengganggu ketenteraman dan kedamaian aktivitas kami warga sekitar,” jelas Siswadi.

Suara-suara letusan hampir setiap hari terdengar.  Selain pagi, siang, bahkan menjelang maghrib selama bertahun-tahun.

Siswadi menambahkan, tak hanya suara letusan senapan. Tidak jarang, di antara suara sahut-menyahut letusan senapan, terdengar juga  suara dentuman yang lebih keras.

Hal ini, menurutnya, mengagetkan warga. Utamanya, warga  yang menderita lemah jantung.

“Kami senang dan bangga bertetangga dengan Akpol. Hanya saja, tolong untuk masalah suara tembakan dan ledakan ini mendapatkan perhatian dari pejabat terkait. Apalagi kami dengar bahwa Akpol  masih mempunyai tanah luas yang belum terpakai berada jauh dari permukiman warga,” ucap Siswadi.

Baca juga:  Wimarion Hotel Galang Dana lewat Seni Lukis Tas

Dengan segala hormat, kata Siswadi, kiranya pejabat terkait berkenan mendengar keluhan warga  sekitar. “Sehingga berkenan untuk merelokasi atau memindahkan lokasi lapangan tembak ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga,” lanjut Siswadi.

Siswadi dan warga dua kelurahan di sekitar Akpol berharap, keluhan mereka ditanggapi serius oleh pejabat terkait.  Radar Semarang mendapat salinan surat tersebut. Dalam surat yang diketahui oleh para ketua RT dan ditembuskan ke kepala Kelurahan Gajahmungkur dan Karangrejo tersebut, warga meminta pihak Akpol untuk menanggapi keluhan warga.

“Jika  surat yang kami kirimkan tidak mendapatkan respons, kami akan berkirim surat kembali. Apabila perlu, kami akan datang langsung menghadap Kapolri dan Komisi III agar persoalan ini mendapatkan perhatian serius yang semestinya.” Warga berharap, pejabat yang berwenang  sudi mendengarkan aspirasi mereka.

Baca juga:  Terbentur Perbup, Ratusan Perangkat Desa di Batang Terancam Diberhentikan

Lurah Gajahmungkur Arief Djatmika saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan dari warga RT 02 RW 07 yang tinggal di dekat Akpol. Warga, kata Arief, mengeluhkan suara letusan senjata dari lapangan tembak Akpol. “Sebagian lagi itu wilayah Karangrejo,” ujarnya. (isk/fgr/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya