alexametrics

Pembangunan Tanggul dengan Geobox Sudah 100 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pembangunan tanggul jebol di Kawasan Lamicitra Tanjung Emas Semarang menggunakan geobox sudah 100 persen. Pembangunan ini juga menerapkan pengerjaan BBWS Cilicis di Sunda Kelapa.

Terdapat dua titik tanggul jebol di kawasan Lamicitra. Yakni sepanjang 20 meter dan 8 meter.

“Pengerjaan tanggul jebol menggunakan geobox ini sudah selesai,” kata Kepala SNVT PJSA BWWS Pamali Juana, Yulius, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketebalan geobox ada empat lapis. Lapisan bawah leveling cor beton tebal 30 sentimeter untuk menutup rembesan serta bocoran yang ada pada eksisting tembok pagar yang ada. Layer pertama geobox lapis pertama menggunakan bagasting dengan ketebalan 70 sentimeter, lebarnya 1,5 meter, dan panjangnya enam meter. Atau ukuran 6m x 1,5m x 0,7m. “Dibuat dengan tiga layer geobox,” ujarnya.

Baca juga:  KPU-Bawaslu Terima Hibah Pilwakot Rp 84 M

Geobox di lapis kedua juga sama, maju 25 sentimeter untuk dudukan bagasting. “Ukurannya sama,” katanya.

Sebelum dipasang geobox, lantai liveling dilapisi dengan plastik. Setelah itu, dipasang bagasting dan dipasang geotextile. “Geotextile itu membentuk sudut bidang isi dari bagasting,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya memasukkan tanah tiga lapis. Lapisan pertama, memiliki ketebalan 30 hingga 35 sentimeter dipadatkan. Setelah padat dengan menggunakan alat stamptor itu 20 hingga 30 lintasan.

Masuk ke pemadatan kedua untuk lapisan kedua, sama dengan lapisan pertama hingga 70 sentimeter, lalu dipadatkan. Setelah dipadatkan, ditutup dengan geotextile dan dijahit. “Sudah berbentuk kotak dengan harapan bertahan lama,” ujarnya.

Pengerjaan tersebut sudah pernah dilakukan oleh BBWS Cilicis, tepatnya di Sunda Kelapa. Pengerjaan tanggul jebol sepanjang 338 meter, ditambah 125 meter. “Sehingga pengerjaan 463 meter,” jelasnya.

Baca juga:  Semua SMP Wajib Menerima Siswa Berkebutuhan Khusus

Sesuai pembicaraan dengan PT Pelindo, kata dia, pihaknya akan melakukan konstruksi pengerjaan parapet. “Parapet beton berada di depan geobox yang dikerjakan,” katanya.

Saat ini, PT Pelindo sudah melakukan pengeboran dan melakukan pengecoran pondasi rencana pengerjaan parapet yang akan gunakan. Pengerjaan geobox sudah selesai, saat ini hanya penambahan pengerjaan yang disebut dengan zona ampat, tepatnya di wilayah PT Glory.

“Setelah diidentifikasi, ternyata banyak potensi rembesan yang membahayakan,” katanya.

Saat ini membuat dinding parapet yang dikerjakan tiga hari yang lalu. “Kita harap hari ini selesai,” katanya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya