alexametrics

Berdayakan Komunitas Difabel Mahir Membatik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Nunung, penyandang disabilitas daksa asal Wonosobo, bangga terpilih sebagai peserta pelatihan batik tingkat mahir di Balai Pelatihan dan Koperasi (Balatkop) Jateng. Nunung telah menggeluti usaha batik selama tiga tahun terakhir. Kini ia telah memberdayakan tujuh orang difabel untuk bekerja bersamanya. Mulai dari disabilitas intelektual, daksa, hingga tuli.

“Pandangan orang masih kasihan dengan difabel. Padahal bagi saya kita tetap bisa menghargai mereka berkat karyanya,” ujar Nunung sembari mencanting kain batik saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Perempuan berusia 37 tahun itu dianggap sebagai salah satu peserta yang ulet dan telaten oleh instruktur pelatihan, Ester Setiarini. Meski menjadi satu-satunya peserta difabel, Nunung sama sekali tak menunjukkan sikap inferiornya. Ia dengan percaya diri menunjukkan kemampuannya tak kalah dengan peserta lainnya.

Baca juga:  Takut Longsor Ketika Tidur

Melalui pelatihan kali ini, Nunung mengenal batik pola hingga pembuatan motif jarik. Ia menargetkan untuk dapat menguasai berbagai macam teknik isen-isen. Lalu mulai merambah untuk produksi batik dengan pewarna alam.

“Awalnya saya kenal batik dari komunitas difabel, lalu saya belajar terus sampai ikut pelatihan seperti ini. Saya ingin bisa membantu teman-teman difabel di Wonosobo juga setelah ini,” tutur Nunung.

Lebih lanjut, pelatihan batik mahir itu mengangkat tema Pariwisata Jateng. Peserta membuat pola bergambar ikon Kota Lama, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan berbagai figur dalam pewayangan.

Di samping itu, ini menjadi pertama kalinya bagi Balatkop Jateng untuk menggelar pelatihan batik dengan menggunakan pewarna alam. Pasalnya saat ini industri fashion mengarah kepada fashion yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca juga:  Sudah Dua Minggu, Truk Molen yang Nyungsep di Warung Makan Belum Dievakuasi

Dengan mengurangi pemakaian pewarna sintetis, diharapkan meminimalisir limbah bahan kimia yang tidak terolah dengan baik dan mencemari lingkungan. Tren fashion inilah yang akan digencarkan oleh Pemprov Jateng ke depannya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya