alexametrics

Tangani ODGJ dan PGOT, Dinsos Semarang Libatkan Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang gencar menangani pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Dengan tetap melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Heroe Soekandar mengatakan, Dinsos sedang mengupayakan penanganan PGOT dan ODGJ yang berkeliaran di Kota Semarang. Pihaknya melibatkan semua stakeholder termasuk kepala seksi ketentraman dan ketertiban (Kasi Trantib) kelurahan dan kecamatan serta masyarakat.

“Kami melibatkan kasi trantib yang ada di wilayah masing-masing. ODGJ dan PGOT ini ditertibkan terlebih dahulu kemudian kita lakukan asesmen,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan perlu adanya koordinasi dengan RT dan RW yang di wilayah mereka ada kasus ODGJ maupun PGOT. Bagi yang domisilinya di luar Kota Semarang akan dikembalikan ke wilayah asalnya.

Baca juga:  Dampak PMK, Daya Beli Masyarakat Turun 30 Persen

“Pertama kita lakukan asesmen dahulu dengan keluarga kalau diizinkan bagi ODGJ akan ditempatkan di Among Jiwo. Bagi PGOT di luar Kota Semarang kami kembalikan ke wilayah asalnya sesuai dengan domisili,” tambahnya.

Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak memberikan bantuan kepada PGOT di pinggir jalan. Pemberian sedekah di pinggir jalan ini melanggar aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang penanganan PGOT.

“Jika memberikan uang kepada PGOT dipinggir jalan maka orang tersebut bisa dikenai kurungan tiga bulan dan denda Rp 1 juta. Karena ini juga termasuk mengganggu ketertiban umum,” akunya.

Bagi masyarakat yang ingin bersedekah dianjurkan untuk melalui wadah yang tepat. Seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yayasan sosial, panti asuhan, ataupun kepada panitia Jumat berkah yang ada di Masjid sekitar.

Baca juga:  Kinerja Keuangan BPR Arto Moro Memuaskan

“Dinsos juga bekerja sama dengan pekerja sosial masyarakat (PSM), karang taruna, serta pejabat daerah untuk mengarahkan PGOT ini pada kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.

Menurutnya semakin banyak warga masyarakat yang terlibat dan peduli terhadap ODGJ serta PGOT ini Kota Semarang menjadi semakin bersih. Penegakan Perda ini juga bagian dari visi pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya