alexametrics

Dinsos Patroli Gabungan, Temukan Satu Badut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Sosial Kota Semarang melakukan patroli gabungan untuk memberikan edukasi pada PGOT (Pengemis Gelandangan Orang Terlantar). Yakni terdiri atas PSM, TKSK, Terantibum, dan Kasi Kesos Kecamatan. Kendati demikian, jika ada anak-anak di bawah umur yang menjadi penjual koran atau diperdagangkan oleh orang tuanya, pihaknya akan memberi asesmen.

“Kami telusuri ke rumahnya agar kami bisa menemukan alasan, mengapa kok bisa menjadi seperti ini. Dinas Sosial akan hadir memberikan bantuan dan kami arahkan termasuk pendidikannya,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Heroe Soekendar yang didampingi Sub Koordinator Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Dan Perdagangan Orang Bambang Sumedi.

Menurutnya, kegiatan patroli edukasi ini sudah terjadwal setiap minggunya di 16 kecamatan. Mulai Januari hingga Kamis kemarin. Di Kecamatan Gajahmungkur tidak terlalu banyak badut dan manusia silver.

Baca juga:  Dongkrak Kesadaran Politik dan Partisipasi Pemilih

“Kami mengedukasi dulu. Tapi kalau tim gabungan ada Satpol PP, bisa langsung mengamankan,” ujarnya.

Patroli persuasif ini dilakukan di wilayah Kecamatan Gajahmungkur. Dengan rute mulai Jalan Kaliwiru, Pasar Sampangan, lalu Taman Sampangan kemudian balik ke Kecamatan Gajahmungkur. Patroli kali ini menemukan badut di Jalan Kaliwiru. Badut itu beralamatkan di Purwodadi.

“Kami beri edukasi untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mengemis. Karena ini melanggar Perda dan hukumannya tiga bulan dengan denda Rp 1 juta,” katanya.

Edukasi ini juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi memberikan uang kepada pengemis di tempat umum. “Sehingga Kota Semarang tidak lagi marak manusia badut dan manusia silver,” ujarnya. (fgr/ida)

Baca juga:  BNPT Rp 1,2 Juta dari Kemensos Cair

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya