alexametrics

Musim Umrah dan Haji Normal Lagi, Industri Tas Koper mulai Bangkit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Sejak pelaksanaan ibadah umrah dan haji ke Arab Saudi dibuka secara normal pasca pandemi Covid-19, turut membangkitkan industri rumahan perajin koper. Meski sempat vakum dua tahun karena pandemi Covid-19.

“Kami mengatasi pasar sepi dengan membuat koper untuk pasar retail. Kami masukkan ke swalayan, Pasar Johar, dan online. Paling jauh Jakarta, Jawa Timur ke Malang, dan di Jawa Barat ke Lembang,” kata Bagian Pemasaran Ghulam Koper, Eko Utomo, yang didampingi oleh Ghulam pemilik Ghulam Koper Semarang.

Sebelum Lebaran tahun ini, kata dia, malah di luar prediksi. Koper fiber sudah kembali menggeliat karena ibadah Umrah dan Haji di Makkah sudah dibuka. “Kami kaget, satu bulannya ada 3000 koper,” ujarnya.

Baca juga:  Siapkan Rekayasa Lalin dan Kantong Parkir

Menurutnya, bahan utama dari koper adalah Fiber ABS atau karbon anti pecah berasal dari China. Dengan lebar 18 inci hingga 24 inci dan ketebalan tiga milimeter. “Lembaran dari China, lalu dicetak, tinggal pemasangan resleting dan roda. Lalu pemasarannya dari sini,” katanya saat ditemui di tempatnya bekerja di Jalan Ayodyapala No. 28 Krobokan Semarang.

Diproduksi sejak pukul 08.00 hingga selesai sesuai pesanan. Harga koper mulai dari Rp 270 ribu untuk Umrah dan Haji, sampai Rp 1 juta.

Biro Haji dan Umroh yang sudah menjadi langganannya meliputi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Barat. “Dari Jakarta dilempar ke Kalimantan juga ada,” katanya.

Baca juga:  Hendi Masih Timbang Teknis dan Pengawasan PPKM Darurat

Setiap harinya, bisa mengirim 400 koper untuk umrah. Selain itu, ada biro pariwisata yang bekerja sama dan pihaknya menyuplai koper. “Kami diperkuat tujuh orang karyawan,” katanya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya