alexametrics

Terapkan E-Parkir, Dishub Optimistis Target Pendapatan Tercapai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Target pendapatan retribusi parkir yang dicanangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang tahun ini mencapai Rp 3,4 miliar. Angka tersebut diprediksi bisa tercapai, seiring bertambahnya titik parkir yang menerapkan parkir elektronik atau E-Parkir.

Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto melalui Kabid Parkir Joko Santosa mengatakan, target pendapatan tahun ini naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya di angka Rp 1,8 miliar, yakni Rp 3,4 miliar.

Menurutnya sampai pertengahan tahun ini realisasi pendapatan di angka Rp 1 miliar dari target yang dicanangkan. Joko optimistis angka tersebut bisa tercapai, bahkan melampaui target dengan diberlakukannya parkir elektronik yang semakin meluas.

Baca juga:  Wali Kota Ajak Siswa Cinta Kota Semarang

“Penerapan parkir elektronik ini terus berproses. Kami targetkan 60 persen wilayah Kota Semarang sudah parkir elektronik pada Agustus-September. Kami optimistis target pendapatan bisa tercapai,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (8/6).

Optimisme ini, lanjut Joko, dilandasi oleh penerapan E-Parkir sejak awal tahun ini berjalan lancar dan sukses. Bahkan pendapatan retribusi parkir tepi jalan meningkat cukup signifikan jika dibanding parkir konvensional.

Menurut dia, persentase kenaikan fluktuatif menyesuaikan kondisi di lapangan. Misalnya, saat hujan atau toko tutup pendapatan cenderung sedikit.

“Ada peningkatan luar biasa. Ada beberapa titik kenaikan pendapatannya sampai 100 persen. Beberapa ruas di atas 50 persen. Kalau konvensional, jukir harus setor. Ada faktor malas, jauh. Sekarang masuk rekening otomatis, sehingga hasilnya bisa terlihat,” jelasnya.

Baca juga:  Jadikan Warga Binaan Entrepreneur

Mulai Senin (13/6) pekan depan, lanjut Joko, akan ada penambahan 70 titik parkir elektronik baru. Penambahan titik yang baru meliputi Jalan Dr Cipto hingga Peterongan Jomblang, seputar Stadion Diponegoro, Wonodri, dan Jalan Arief Rahman Hakim. Totalnya saat ini sudah ada 340 titik.

“Ada penambahan sekitar 70 titik. Biasanya, akan tambah, ada titik tidak berizin biasanya akan ikut, sementara sudah ada 340 titik,” imbuhnya.

Tak jarang, penerapan parkir elektronik juga berdasarkan permintaan masyarakat. Setelah dilakukan kajian, Dishub kemudian menyiapkan sarana, prasarana, pengawas, dan lain-lain sehingga penerapan dilakukan secara bertahap.

“Setiap dua pekan sekali kita berusaha menambah titik lagi. Misalnya di pusat kota atau pusat keramaian baru yang ada di Mijen, Tembalang, dan Banyumanik,” pungkas dia. (den/ida)

Baca juga:  Hendi Persiapkan Diri Jelang Penajaman Visi Misi Pilwalkot Semarang 2020

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya