alexametrics

Imbas Banjir Rob, Petani Keramba Bandeng Rugi Rp 120 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Imbas banjir rob dan tanggul jebol Senin (23/5) lalu, petani keramba bandeng di Tambakrejo rugi Rp 120 juta. Bahkan, ada keramba yang berisi 300 sampai 400 ribu bandeng mati karena terkena air limbah dari pabrik.

Ketua RW 16 Tambak Rejo, Tanjung Mas, Slamet Riyadi mengatakan, ada empat petani keramba bandeng di desanya yang terdampak banjir rob. “Masalahnya bukan karena banjir rob, tanggul jebol, ataupun air laut pasang. Bandeng ini mati karena terkena air limbah dari kawasan pabrik,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (8/6).

Ia menambahkan, ketika air surut banyak limbah yang masuk ke laut melalui air yang dipompa. Air tersebut membawa limbah berupa oli, bensin, dan lainnya. Hal ini mengakibatkan bandeng mati dan petani tambak rugi.

Baca juga:  Tesis tentang Revitalisasi Kota Lama, Raih Predikat Cumlaude

“Kerugiannya mencapai Rp 120 juta per keramba. Itu baru dihitung dari harga benih bandeng, belum biaya perawatan dan makan yang dilakukan selama tiga bulan ini. Sedangkan di sini yang terkena dampaknya ada empat orang,” akunya.

Pihaknya berserta pemangku warga lainnya sudah berkoordinasi dengan pihak Pelindo untuk mencari solusi. Namun sampai saat ini, masih belum ditemukan solusi yang terbaik.

“Kami bekerja sama dengan kelurahan sudah menghubungi Pelindo. Setidaknya untuk ganti rugi benihnya saja. Karena modal awalnya juga dari utang. Harapannya nanti para petani masih memiliki modal untuk mengelola tambak lagi,” tambahnya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya