alexametrics

Warga Banget Ayu Datangi Kantor Daop 4, Pastikan Perlintasan KA Alas Tua Tak Ditutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan perwakilan warga Banget Ayu yang terdampak penutupan perlintasan KA di Alas Tua menggelar aksi damai di Kantor Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Senin (6/6) pagi. Sedangkan perlintasan KA Alas Tua itu ditutup sejak 20 Februari hingga 7 Maret 2022.

Penutupan tersebut dinilai menghambat mobilitas warga yang harus jalan memutar. Daop 4 Semarang sendiri telah membuka perlintasan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memenuhi permintaan warga.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, aksi damai dan dilakukan mediasi juga, diikuti oleh perwakilan DPRD Kota Semarang, Pemkot Semarang seperti Dishub dan DPU Kota Semarnag, Perwakilan Dirjen KA Kemenhub, dan lainnya.

Baca juga:  Tarif Turun, Driver Ojol Serbu Kantor Gubernur Jateng

“Tuntutan wargaa sudah dipenuhi oleh PT KAI, yakni membuka perlintasan yang sebelumnya ditutup pada Sabtu (4/6). Hari ini (kemarin, red), DPU juga telah melakukan pengaspalan,” kata Aanggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Senin (6/6).

Palang perlintasan, kata dia, sudah dipasang oleh PT KAI namun belum difungsikan. Pihaknya meminta warga agar tidak melintasi perlintasan tersebut karena baru diaspal. “Tadi kan sudah diaspal. Saya minta kendaraan berat jangan dulu lewat, biar nggak rusak. Kalau motor atau mobil bolehlah,” tuturnya.

Dibukanya perlintasan tersebut, kata dia, tidak lagi membuat warga resah sehingga kedepan tidak lagi ada masalah yang muncul. Menurut dia, jalan sebidang yang dilintasi kereta api tersebut memang milik Pemkot Semarang namun ada batas tertentu yang merupakan milik PT KAI. “Untuk itu, harus ada koordinasi dan sinergi untuk menjaga perlintasan sebidang ini,” tambahnya.

Baca juga:  Simpang Lima dan Kota Lama Semarang Ditutup saat Malam Tahun Baru

Rahmulyo juga meminta kepada masyarakat agar tidak nongkrong di sekitar perlintasan ataupun berjualan. Selain membahayakan, bisa menyebabkan kemacetan sehingga menganggu perjalanan KA ataupun pengguna jalan lainnya. “Kalau ada yang jualan dan nongkrong, parkirnya sembarangan nah ini menyebabkan macet dan membahayakan,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengakui, jika masalah dengan warga sudah clear. Namun untuk petugas yang berjaga di palang pintu perlintasan merupakan ranah dari Dinas Perhubungan Kota Semarang. “Untuk petugas penjaga yang ada di sana, kami serahkan ke Dishub agar segera mencari petugas yang dibutuhkan,” jelasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya