alexametrics

Muktiharjo Lor Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan lebat sejak pukul 17.00 hingga 19.00 Minggu kemarin (5/6) menyebabkan banjir di Jalan Muktiharjo Lor. Akibatnya beberapa kendaraan mogok dan aktivitas warga terganggu. Apalagi Senin sore (6/6) kembali hujan lebat mengguyur Kota Semarang.

Saat Jawa Pos Radar Semarang Senin (6/6) pukul 13.00 menelusuri Jalan Muktiharjo Lor, banjir masih setinggi lutut orang dewasa hingga Jembatan Sukarela. Tepat di halaman kantor Kelurahan Muktiharjo Lor, terdapat Mobil Brio dan truk yang mogok di tepi jalan dalam keadaan agak miring serta sedikit menghantam tiang listrik. Terlihat beberapa orang mendorong agar truk bisa kembali ke jalurnya.

Sopir truk, Sugi mengaku, truk yang dikendarainya mengangkut kayu itu terperosok karena ada lubang di jalan. “Truknya tidak bisa dikendalikan, malah mogok di sana,” katanya.

Sekretaris Lurah Muktiharjo Lor, Haryanto, menjelaskan Jalan Muktiharjo Lor saat ini terendam banjir karena hujan kemarin sore hingga malam. Akibatnya, air yang menggenang mencapai 60 sentimeter di sepanjang Jalan Muktiharjo Lor. “Jalan ini memiliki panjang sekitar 1,5 kilo meter dari palang Kaligawe hingga Jembatan Sukarela Ngablak,” ujarnya.

Baca juga:  Tak Kendurkan Latihan Selama Ramadan

Selain itu, banyak kendaraan yang mogok seperti mobil Brio, pikap, truk Mitsubisi, dan puluhan sepeda motor. “Jalan ini dapat dikatakan jalur alternatif dari Bangetayu ke Kaligawe. Kalau dari Genuk banjir, dari Pengapon ke jalan ini, lalu ke Bangetayu,” ujarnya.

Salah satu warga Kampung Singoyudan RW 5 terisolasi karena sangat berisiko jika keluar dari kampung. “Ada sekitar 125 KK,” ujarnya.

Pihaknya sudah mengusulkan saat Musrenbang setiap tahunnya untuk peninggian jalan, talut, dan saluran dari arah Kali Tenggang. Ketua RW 5, Nardi menambahkan, warga Kampung Singoyudan RW 5 sangat kesulitan akses keluar kampung karena Jalan Muktiharjo Lor sebagai jalan utama tergenang banjir. “Kalau mau belanja, sekolah, dan bekerja, sulit mas, karena banjir,” ujarnya.

Baca juga:  Rem Blong, Isuzu Panther Terjun ke Jurang di Tanjakan Sigar Bencah

Terdapat penyedotan di bawah jembatan layang. Namun, air masih memutar dan belum teratasi. Karena harus menyebrang rel kampung sebelah. “Jalan Muktiharjo Lor segera ditinggikan lah. Pembuangan ke sungai besar itu kurang. Katanya sudah sampai DPU, tetapi belum terealisasi,” katanya.

Diceritakan, hujan di daerah Muktiharjo Lor terjadi pada pukul 17.00 hingga pukul 19.00. Namun, daerah atas, seperti Tembalang, Gunungpati, dan Pedurungan juga hujan. “Kalau di sini saja hujan cepat hilang, mas. Tetapi kalau dari atas hujan ya masih tergenang hingga saat ini,” ujarnya.

Demikian juga di sebagian Jalan Sidodrajat, masih ada yang tergenang setinggi 20 sentimeter. Banjir dimanfaatkan anak-anak untuk bermain bola. Sesekali kendaraan bermotor menerobos terjangan banjir. Ada juga yang putar balik karena takut motornya mogok.

Salah satu warga Miky Dwi Kurniawan mengatakan, saat hujan lebat wilayah ini sering banjir. Belum lagi ada kiriman air dari wilayah lain. “Kalau ada banjir gini susah. Kemarin tingginya sampai 30 sentimeter. Aktivitas jadi terganggu, belum lagi airnya masuk ke rumah. Pasti akan ada barang yang rusak,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Senin (6/6).

Baca juga:  Indent All New XSR 155 Tembus 500 Unit

Lurah Muktiharjo Kidul Eko Fitri Ariyanto mengaku, banjir di Sidodrajat terjadi secara menyeluruh. Banjir kali ini sudah terjadi dua kali sepanjang tahun 2022. Awal bulan Januari dan Juni. “Ini merupakan banjir tahunan. Kalau hujan deras dan dan Kali Tenggang tidak lancar, pasti banjir. Biasanya akan surut selama dua hari. Aktivitas warga pun sudah lancar,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada kerugian yang besar. Namun pelayanan di kelurahan dan aktivitas warga yang lain sedikit terganggu. Pompa polder Muktiharjo Kidul dan Kali Tenggang selalu dihidupkan agar air bisa segera surut. (fgr/kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya