alexametrics

Sentra IKM Logam KIW Sepi

Perajin Masih Memilih di Bugangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sentra industri kecil menengah (IKM) logam di Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) telah selesai dibangun. Namun hingga kini belum semua kios ditempati perajin. Di sentra ini dibangun 74 kios dengan berbagai ukuran untuk memproduksi dan menjual aneka hasil industri pengolahan logam.

Data Dinas Perindustrian Kota Semarang, sebanyak 74 lapak tersebut sudah tercatat perajin yang akan menempati. Mereka adalah para perajin logam di Jalan Barito, Bugangan, Semarang Timur. Meski demikian, suasana sentra IKM logam ini masih lengang. Karena belum semua perajin melakukan aktivitas di tempat ini alias baru papan nama saja.

“Sebelum lebaran kemarin saya sudah pindah. Hampir semua pindah ke sini karena memang diminta dinas (Dinas Perindustrian) untuk pindah,” kata Aris, salah satu perajin logam kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang membuat kerajinan oven roti, mixer, dan mesin teknis ini menjelaskan, jika saat ini masih transisi kepindahan perajin, sehingga belum semua kios ditempati. “Masih transisi Mas, sebagian pindah, ada yang masih nggarap di rumah masing-masing. Yang jelas secara tempat lebih representatif,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Nana. Ia lebih memilih menempati tempat baru dibandingkan bekerja di rumah ataupun di kawasan Bugangan, karena dinilai lebih tenang dan luas.

“Kalau penjualan sih kita lebih ke online ya. Pedagang lainnya juga sama. Kalau pengin nggarap di sini ya datang ke sini. Kalau saya sih pilih di sini, karena nyaman. Tapi memang lokasinya jauh dari rumah,” tuturnya.

Baca juga:  Mangunharjo Juara Umum Lomba Kampung Hebat 2020

Menurutnya, perajin lebih memilih bekerja atau membuka kios sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Misalnya, industri logam seperti oven atau alat masak lainnya, masih di bengkel lama, namun terkadang mengerjakan di bengkel yang ada di KIW.

“Mungkin menyesuaikan pesanannya. Kalau yang pesan dekat di KIW ya buka di sini. Harapan saya, semua perajin ke sini, biar ramai,” harapnya.

Ketua IKM Sentra Logam dan Klaster Logam Kota Semarang Sunaryo menjelaskan, sentra IKM logam KIW merupakan cabang lain. “Pindahannya dari Jalan Barito, Penggaron, dan Relokasi MAJT,” katanya.

Pria yang menjadi Ketua RW 1 Bugangan ini mengatakan, Kampung Sentra Logam Bugangan merupakan tempat usaha yang menjadi hak milik (HM) warga, sehingga bebas, karena membayar pajak. Sedangkan PKL yang menempati bantaran sungai Banjir Kanal Timur (Barito) dipindah ke Penggaron dan Pasar Johar relokasi MAJT. Pada 2022 ini, sebanyak 75 persen pedagang logam siap pindah ke KIW.

“Kalau tetap di kampung sini, mengganggu. Warga sini sih sebenarnya sudah biasa dengan home industri logam sejak tahun 1950-an,” ujarnya.

Meski sudah produksi di sentra IKM logam KIW, para perajin tetap berjualan di Bugangan. “Di sini (Bugangan) kalau punya lapak ya tetap jualan. Tapi, kebanyakan perajin sudah jadi anggota di sana (KIW),” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkot Gratiskan Hak Cipta 200 Produk UMKM

Ia menegaskan, perajin logam di Bugangan siap pindah ke KIW. Tetapi mereka akan menjadikan Bugangan sebagai showroom. “Karena penjualan tidak bisa 100 persen online. Kita tetap jualan menggunakan cara tradisional, yakni barang dipajang,” katanya.

Salah satu perajin logam Bugangan, Marino, 70, mengaku, sentra IKM logam di KIW sebagai tambahan tempat usaha. Pria yang menjadi perajin logam sejak 1976 ini menempati lapaknya di KIW pada siang hari, Senin hingga Jumat.

“Saya ke sana kalau siang, Mas. Kalau pagi, saya bersama tiga tukang merapikan dagangan di Bugangan sini,” ujarnya.

Menurut informasi yang diperoleh koran ini, pembangunan sentra IKM logam di KIW ini dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah penyiapan lahan menelan anggaran Rp 4,8 miliar, sedangkan tahap kedua menelan anggaran Rp 21,5 miliar berupa pembangunan infrastruktur

Sentra IKM logam diperuntukkan bagi pedagang IKM logam yang sebelumnya menempati Jalan Barito, Kelurahan Bugangan. Totalnya ada sekitar 74 perajin sekaligus pedagang yang ada di kawasan Bugangan. November 2021 lalu, saat kunjungan ke kawasan tersebut, Kabid Industri Logam, Elektronika, dan Alat Angkut Dinas Perindustrian Kota Semarang Agustina Widya menjelaskan, sentra IKM logam yang tengah dikerjakan itu memang bakal diperuntukan bagi IKM logam yang semula menempati Barito.

Baca juga:  Perempuan Muda Pembuang Bayi Sudah Diamankan, Inisial DS

Dia telah mendata ada sebanyak 74 IKM. Pengerjaan sentra IKM Logam sudah dimulai sejak 2019 berupa pematangan lahan dan pengurugan. Proyek dilanjutkan pada 2021 lalu dengan membangun gedung promosi, ruko, masjid, kantor UPT Dinas Perindustrian, gudang, dan tempat pengolahan limbah dan saat ini sudah rampung

Pembangunan sentra IKM logam tersebut didanai menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp 21,4 miliar dengan luas lahan sekitar 2,3 hektare.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Johan Rifai meminta agar dinas terkait bisa memaksimalkan memanfaatkan ruang yang sudah ada. Misalnya, ruang pameran, tempat pertemuan dan lainnya.

“Kalau update saat ini belum tahu ya, tapi kalau sudah pada pindah harus ada langkah-langkah dinas meramaikan. Misalnya, memanfaatkan ruang pemeran yang ada,” harapnya.

Johan menerangkan, karena berskala industri dan produksi berkaitan dengan pemesanan, aktivitas di sentra IKM logam KIW mungkin belum 100 persen. Ia meminta agar dinas bisa semaksimal mungkin memanfaatkan infrastruktur yang susah terbangun.

“Harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai sudah pindah tapi sepi. Nanti kita akan konfirmasi ke dinas terkait program mereka,” katanya. (den/fgr/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya