alexametrics

Saat Ontang-Anting Ambruk Operator Tak Menolong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID–Agus Santoso, 38, orang tua Karisma Ayu Dewi, korban ambruknya wahana Ontang-Anting di Jolotundo membuat pengakuan mengejutkan. Saat ditemui di rumahnya di Jalan Karanggawang Barat RT 12 RW 14, Tandang, Kecamatan Tembalang, Agus mengatakan, saat anaknya jatuh, operator tidak cepat menolong.

Saat putrinya naik, kecepatan Ontang-Anting tak terkendali. Hingga akhirnya ambruk. “Putri saya yang naik, mas. Yang menolong itu aku sendiri Mas, operatornya diam saja,” kata Agus.

Menurut Agus, sebelum putrinya naik ke wahana tersebut, awalnya putaran Ontang-Anting baik-baik saja. Hanya saja, ibu-ibu yang anaknya naik ke wahana, sudah mengingatkan operator agar kecepatan Otang-Anting diperlambat. Jangan terlalu kencang. Namun, peringatan itu tak dihiraukan.

Baca juga:  Rektor Undip: Tak Sepantasnya Diskusi di Kampus Dikaitkan dengan Politik

“Itu kesalahan operatornya, sebelum anak saya naik, wahana itu tidak sampai batas,” ucapnya.

Agus bercerita, ia dan istri serta dua anaknya jalan-jalan ke Pasar Malam Jolotundo, Gayamsari, pukul 19.30. Awalnya, putrinya, Karisma Ayu Dewi, naik kereta mini. Lantas, tertarik naik Ontang-Anting.

“Awalnya aman, tetapi kok semakin lama semakin kencang lalu ambruk,” ujarnya. (fgr/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya