Korban dan Pelaku Kasus Perundungan Siswi SMPN 36 Semarang Perlu Pendampingan Psikolog

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Korban dan pelaku perundungan atas siswi SMP 36 Kota Semarang, perlu mendapatkan pendampingan. Pasalnya, kasus tersebut melibatkan anak-anak yang masih membutuhkan uluran bantuan.

“Apabila dilakukan pemeriksaan psikologis, bisa saja para pelaku perundungan itu melakukannya karena pernah menjadi korban perundungan juga di masa lalunya,” kata Dosen Fakultas Psikologi Unika Semarang dan Akademi Kepolisian Semarang (Akpol) Indra Dwi Purnomo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bahkan perlu penanganan psikologis setelah kasus perundungan ini viral, perlu dibantu untuk menstabilkan psikologis korban dan pelaku. Penanganan psikologis ini harus diberikan secara konsisten dan terukur agar korban dapat segera pulih dan ke depannya tidak berpotensi menjadi pelaku.

Baca juga:  Stop Perundungan di Sekolah

Menurutnya, latar belakang aksi perundungan ini diperkirakan karena para pelaku bisa saja ingin menunjukkan bahwa dirinya orang yang kuat atau punya power. Padahal kondisi psikologis yang sebetulnya inferior, tidak percaya diri, dan merasa tidak diakui. Sehingga aksi perundungan ini dilakukan.

Indra menambahkan, menyikapi kejadian perundungan yang sangat mungkin tidak diketahui, ia memberikan saran terhadap masyarakat, terutama orang tua agar dapat melakukan beberapa hal guna meminimalisasi terjadinya perundungan. Yakni dengan melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak dan peka terhadap permasalahan anak, agar tidak menjadi korban perundungan. Orang tua juga disarankan untuk selektif dalam memilih tayangan yang ditonton serta mendampingi anak-anak. Terakhir, tidak memilih solusi memberikan hukuman yang berat bagi pelaku.

Baca juga:  Tarpapar Covid-19, Lima Taruna Akpol Dikarantina

Bagi masyarakat umum perlu menyadari tanda-tanda apabila orang terdekatnya mengalami perundungan. Dapat dilihat dari keluhan yang khas pada anak sekolah, seperti muncul keluhan malas atau bahkan enggan untuk pergi ke sekolah, sering sakit secara tiba-tiba, mengalami penurunan nilai, barang yang dimiliki rusak atau hilang, sulit untuk berteman, dan cenderung tidak memiliki teman. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya