alexametrics

Rekor Baru Unnes, Buat Batik Cap dari Limbah Mangrove Sepanjang 328,17 Meter

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) menciptakan rekor baru. Membuat batik cap motif alam sepanjang 328,17 meter. Pewarna yang digunakan juga alami. Menggunakan limbah mangrove. Rekor tersebut dicatat Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid).

Pencatatan rekor diawali dengan pengukuran karya. Kain batik dibentangkan di Gedung E2 mulai lantai satu hingga empat oleh 40 mahasiswa. Pembuatan rekor baru ini terinspirasi dari mahasiswa jurusan Kimia dan jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang melakukan pengabdian masyarakat di Tambaklorok, pada Oktober-Desember 2021.

“Di sana melihat banyak limbah mangrove yang kurang dimanfaatkan,” terang Sri Nurhayati, mahasiswa Fakultas Teknik Unnes.

Proses pembuatan kain batik cukup sulit. Terkendala cuaca. Apalagi tempat pengambilan bahan mangrove merupakan daerah langganan banjir.

Baca juga:  Empat Perampok Toko Emas Dibekuk, Dua masih Buron

“Pengolahannya dan pengeringannya juga cukup lama,” katanya.

Dekan Fakultas Teknik Unnes, Nur Qudus, mengapresiasi batik cap karya mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Kimia dan Jurusan PKK. Proses pengerjaannya sekitar satu tahun dan hasilnya cukup bagus.

“Inilah salah satu bukti Jurusan PKK turut melestarikan budaya, terutama batik,” tandasnya.

Ke depan, pihaknya akan mengimplementasikan kepada masyarakat melalui pelatihan. Harapannya ide-ide ini dapat dilakukan masyarakat umum.

“Bahan-bahannya pun kita dapat tularkan ke masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat,” imbuhnya.

Sementara Direktur Leprid, Paulus Pangka, mengatakan, Unnes kerap menciptakan kreasi yang unik dan inovatif. Pihaknya sendiri sudah ke-37 kalinya mendatangi Unnes untuk mencatatkan rekor.

“Leprid mencatat ini pada urutan 741,” katanya Jumat (27/5). (fgr/zal)

Baca juga:  Gali Potensi Generasi Emas Indonesia

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya