alexametrics

Anak Panti Sosial Mandiri Beternak Ayam, Panen 900 Butir Telur Setiap Bulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Penghuni panti sosial mandiri dapat pelatihan mengelola ternak ayam. Dalam sebulan, anak-anak berhasil memanen 900 butir telur ayam buras. Hasilnya dijual kepada instansi pemerintah, pedagang STMJ, hingga masyarakat secara umum.

Budidaya ayam ini dipelopori oleh Kepala Panti Sosial Anak Mandiri Erry Raharjono saat melihat minat anak-anak penerima manfaat (PM) di tempatnya. Sehingga pelatihan hard skill yang diberikan sangat adaptif.

“Kan nggak semua anak punya minat untuk latihan di bengkel atau las, jadi kami carikan alternatif lain,” ujar Erry kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dia katakan, sebanyak tiga anak diberi tanggung jawab mengurus ternak ayam dan kambing. Setiap hari mereka memberi makan, membersihkan kandang, hingga memanen dan mengepak telur. Sebagai apresiasi, mereka ia beri uang saku Rp 5.000 – Rp 10.000 per hari. Hal itu menjadi penyemangant anak-anak untuk mengelola ternak.

Baca juga:  Pondasi Ambrol, UPTD DPU Semarang Tengah Gerak Cepat

Koran ini mengikuti Miqdad, salah satu PM untuk memanen telur ke kandang. Ia sudah sangat familiar dengan rutinitas ternak. Ia memasuki kandang, mengelus ayam, lalu menata telur yang dipanen ke dalam krat telur di tengah ayam yang berlarian. “Senang bisa mengurus ternak ayam,” kata anak berusia 14 tahun itu dengan ekpresi malu.

Miqdat membawa keluar telur sebanyak 3 krat dan mengepak di kantor panti. Untuk memastikan menyerapan hasil ternak, Erry bekerja sama dengan Samsat Kota Semarang. Setiap bulan, Erry mengirim 600 telurnya ke sana, sedangkan sisanya dijual ke pedagang STMJ atau masyarakat umum.

Telur yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp 2.000 per butir atau Rp 20.000 per pack isi 10 butir. Saat ini masih ada 270 ayam usia 1,5 bulan yang disiapkan untuk regenerasi. Dan 80 ayam lainnya masih produktif menghasilkan telur.

Baca juga:  Jaga Eksistensi Seniman lewat Festival Tari Virtual

“Ini awalnya hibah dari dinas pertanian hanya 100 ayam, terus kami kembangkan. Nanti kau sudah bisa produksi 100 butir per hari kami berani umumkan ke medsos karena sudah lebih pasti ketersediaannya,” jelas Erry.

Sejak dirintis 9 bulan lalu ternak masih terus dikembangkan. Dengan ternak inilah, pihaknya berharap dapat anak-anak PM dapat menjadi pribadi mandiri setelah enam bulan rehabilitasi selesai di panti. Setidaknya skill tersebut cukup membekali mereka untuk bertahan hidup. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya