alexametrics

Penanganan Banjir Rob Semarang Dikebut, BPBD: Tanggul yang Jebol Sepanjang 20 Meter

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jebolnya tanggul penahan air laut di sekitar PT Lamicitra diduga menjadi penyebab tergenangnya kawasan Tanjung Emas Semarang pada Senin (23/5/2022) kemarin.

“Tanggul yang jebol persisnya belakang kawasan Berikat, Lamicitra. Yang jebol,  panjangnya sekitar 20 meter, ketinggian 1,5 meter,” ungkap Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/5) kemarin.

Jebolnya tanggul tersebut langsung menggenangi kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ketinggian air paling dalam mencapai 1,5 meter. Namun, air masih belum surut dan masih tinggi, terutama di kawasan terdekat dengan kawasan Lamicitra.

“Kemudian yang di kawasan Lamicitra, ada yang masih mencapai 70 sentimeter. Di lokasi Pos 4, sudah turun sekitar 10 sentimeter,” jelasnya.

Baca juga:  Kompetisi Belum Jelas, Biaya Operasional Terus Berjalan, CEO PSIS: Ajur Mas!

Air yang terus tumpah dan mengalir ke daratan meluber hingga ke pemukiman warga, utamanya di sebelah kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Yakni di kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara.

“Wilayah terdampak, wilayah Tambak Lorok, Kebun Harjo, Kemijen. Penanganan genangan-genangan yang ada, pasang atau rob tidak tinggi seperti yang kemarin, mungkin terus dilakukan penyedotan melalui pompa,” katanya.

Terkait penanganan selanjutnya, Winarsono mengatakan koordinasi dengan instansi terkait termasuk DPU, dan BBWS untuk menyikapi tanggul jebol. Sementara ini, pihaknya juga mendirikan dapur umum untuk membantu warga sekitar yang terdampak.

“Ini dapur umum sudah jalan dan sebagian sudah di distribusi kan di bandarharjo, dan lainnya masih proses masak. Poskonya dapur umum di Brotojoyo, Semarang Utara,” pungkasnya. (mha/bas)

Baca juga:  Tekan Kasus Kekerasan, Sudah Bentuk 46 JPPA

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya