alexametrics

289 Pekerja Terjebak Banjir Rob di Tanjung Emas Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran lokasi dikawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pasca terjadinya banjir, Senin (24/5/2022).

Penyisiran ini, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi 298 orang pekerja yang terjebak di dalam kawasan banjir.  Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto mengatakan Tim SAR gabungan telah melakukan evakuasi warga yang terjebak dalam kejadian banjir air pasang di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Proses evakuasi dilakukan mulai pascakejadian hingga malam hari.

“Tim SAR gabungan yang mendapatkan informasi adanya pekerja yang terjebak banjir air pasang tersebut segera melakukan evakuasi dan mengevakusi 298 orang dalam keadaan selamat,” ungkapnya, melalui rilis Selasa (23/5/2022).

Jumlah 298 orang tersebut, terdiri dari berbagai pekerja di perusahaan yang berada di kantor Karantina Pelabuhan 12 orang, PT Ampenan 50 orang, PT Sania sebanyak 25 ,PT Sriboga sebanyak 70 , PT Pusri sebanyak 10 orang, PT Samudra Indonesia 30 orang dan mengevakuasi calon penumpang kapal Darma Lautan Utama (DLU) sebanyak 100 orang.

Baca juga:  Jalur Wisata Pekalongan-Dieng Padat Merayap

“Termasuk ada juga salah satu karyawan PT Lucky Textile yang sedang hamil dan mengalami pendarahan, sudah dilakukan evakuasi ke tempat aman,” bebernya.

Peristiwa banjir ini terjadi, Senin (23/5/2022) sekitar pukul 15.30. Akibat dampak dari pasang air laut. Pihaknya menambahkan, saat ini banjir rob berangsur surut dan Aman selanjutnya tim SAR gabungan kembali  kesatuannya masing- masing.

“Perlu saya sampaikan nomer Basarnas Semarang ( 024) 7629192 atau emergency call 115 pelayanan jasa SAR gratis” imbuhnya.

Salah satu anggota relawan Kota Semarang yang tergabung dalam tim SAR, Jati mengatakan proses evakuasi dilakukan hingga, Selasa (24/5/2022) sekitaran pukul 01.00. Evakuasi ini dilakukan menggunakan perahu karet, termasuk dari instansi yang tergabung dalam tim SAR.

Baca juga:  Klaster Baru di Semarang Muncul dari Pasar dan Lembaga Pendidikan

“Ada juga yang tidak mau dievakuasi karena, inginnya juga dengan motornya. Tapi kan tidak bisa, karena evakuasi menggunakan perahu karet. Akhirnya mereka ya menunggu air surut,” katanya. (mha/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya