alexametrics

Operator Koridor 4 Hentikan Layanan BRT

BLU Trans Semarang Minta Bantuan Pusat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Operator koridor 4 armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, yakni PT Matra Semar, menghentikan operasional sejak akhir April lalu. Sementara masa kontrak kerja samanya, sejatinya berakhir September tahun ini.

Mundurnya pihak operator membuat Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang akhirnya menurunkan tujuh armada untuk melayani masyarakat rute Terminal Cangkiran- Tawang ini. Sementara dari informasi yang dihimpun, pihak ketiga tidak mampu melanjutkan operasional karena keuangan perusahaan tidak seimbang.

“Kita terpaksa berhentikan layanan, karena keterlambatan pembayaran dari pemkot membuatnya keuangan perusahaan tidak seimbang,” kata Direktur Utama PT Matra Semar, Maryanto, Jumat (20/5).

Pihaknya menjelang jika selama keterlambatan pembayaran, gaji karyawan termasuk juru mudi harus dikeluarkan menggunakan uang pribadi. Setiap bulan minimal anggaran operasional ini dikeluarkan sebesar Rp 350 juta.

Baca juga:  Disdag dan PPJP Kroscek Input Data Pedagang Pasar Johar

“Karena keterlambatan itu pula, 24 armada kami tidak bisa berjalan lagi. Bulan Mei ini kami mundur dari kontrak,” ujarnya.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang Hendrix Setiawan mengatakan, keterlambatan pembayaran kepada PT Matra Semar terjadi karena kurangnya kelengkapan administrasi. Hal ini berimbas pada penundaan pencairan dari layanan yang dikerjakan operator koridor 4. “Ada terkendala administrasi yang belum bisa dipenuhi oleh internal perusahaan, “katanya.

Hendrik menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa Trans Semarang, khususkan koridor 4, karena adanya keterbatasan armada. Saat ini, ia memaksimalkan tujuh armada milik Trans Semarang untuk mengisi di koridor 4. Apalagi armada bus dari operator koridor 4, yakni PT Matra Semar sudah tidak lagi beroperasi.

Baca juga:  Hendrix Setiawan: Mulai dari Nol, Terus Belajar dan Belajar

“Saat ini, ada tujuh armada yang siap dioperasionalkan dengan interval waktunya 15-20 menit dari semula 10-12 menit,” terangnya.
Hendrix mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar layanan koridor 4 bisa berjalan lagi dengan normal. Pemerintah pusat, kata dia, akan membantu sesuai armada yang lama itu ada 24 unit untuk koridor 4. “Targetnya bulan depan operasionalnya akan normal lagi,” tuturnya.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat pengguna jasa Trans Semarang koridor 4 untuk bisa menggunakan feeder 1 dan koridor 8 yang memang terhubung dengan koridor 4 untuk bisa menuju ke arah pusat kota.

“Pengguna jasa bisa menggunakan feeder 1 dan terhubung dengan koridor 8, maka kami mohon untuk pengguna jasa koridor 4 untuk sementara bisa menggunakan dua alternatif tersebut untuk menuju kota,” katanya.(den/aro)

Baca juga:  Dua Depot Elpiji Pertamina Buka 24 Jam, Penuhi Kebutuhan Natal-Tahun Baru

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya