alexametrics

Dampak PMK, Daya Beli Masyarakat Turun 30 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak serta pedagang mi dan bakso. Akibatnya daya beli masyarakat turun 30 persen. Padahal penyakit PMK tidak menular ke manusia. Namun sebagian orang masih menelan informasi secara mentah.

Pedagang mi dan bakso, Nasipah Siti Nuryanti biasanya bisa menjual bakso 100 porsi dalam sehari. Saat ini ia hanya bisa menjual 70 porsi bakso. “PMK kan tidak berpengaruh pada kualitas daging. Misal dimakan manusia nggak akan nular. Tapi penjualan kami menurun, entah karena memang daya beli konsumen atau karena isu PKM,” kata pedagang yang akrab disapa Bu Yanti ini.

Selain itu, harga daging sapi yang mahal membuatnya harus putar otak agar tetap untung. Sekarang daging sapi di pasar mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Yanti tidak langsung menaikkan harga. Tapi disiasati dengan ukuran bakso menjadi lebih kecil.

Baca juga:  Puskeswan Lakukan Investigasi Penyakit Mulut dan Kuku

Kendati begitu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Nusantara Indonesia Lasiman mengaku, isu PMK tidak mempengaruhi pedagang mi bakso di wilayah Jateng dan daerah lainnya. Namun pedagang mi bakso tetap membeli daging sapi sebagai bahan baku utama pembuatannya. Namun, harga daging yang mahal cukup memberatkan. “Bakso itu terdiri atas beberapa bahan baku. Salah satunya daging segar. Kalau harga dagingnya mahal, pasti omzetnya akan turun,” akunya.

Ia menambahkan, sebelum disembelih hewan akan mengikuti uji kelayakan. Semisal ada penyakit pasti tidak akan disembelih. Ia justru mengkhawatirkan isu PMK berdampak pada pedagang daging dan peternak. “Masyarakat itu sering menelan mentah-mentah informasi yang masuk. Meski lembaga terkait sudah menegaskan PMK tidak mempengaruhi kualitas daging. Masyarakat akan tetap menghindari makanan yang berbahan dasar daging,” tambahnya.

Baca juga:  Satu Orang Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pria yang Jatuh dari Lantai 6 Hotel di Semarang

Ia pun khawatir hal ini akan terus berpengaruh pada penjualan mi bakso. Sehingga mereka terus mengalami penurunan penjualan. Yanto pun berharap pemerintah pusat segera menyelesaikan penanganan mengenai penyakit PMK. “Baru sebentar isu ini mencuat. Penjualan pedagang sudah merosot hingga 30 persen. Harapannya pemerintah segera melakukan tindak lanjut agar kami tetap bisa berjualan,” pungkasnya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya