alexametrics

Hendak Melerai Tetangga, Warga Tambakrejo Tertembak Pistol Oknum Polisi, Begini Kronologinya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib apes dialami Sobirin, 48, warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Dia harus dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang setelah terluka kakinya akibat terkena tembakan pistol oknum anggota Unit Narkoba Polrestabes Semarang. Kejadiannya di jalan, depan rumah korban, Rabu (18/5) sekitar pukul 19.30.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa itu dialami korban bermula saat ia mendengar adanya keributan dua tetangganya. Dia lantas keluar rumah mendapati Syafii (SY) dan Briptu Ryan Septiawan (RS), 30, oknum anggota Polri sedang cekcok. Korban pun berinisiatif mendekati dan mencoba melerai. Namun apes, ia justru terkena tembakan pistol yang dibawa Ryan Septiawan.

“Saat kejadian, saya sama anak di rumah saudara (depan TKP). Lalu saya pulang, pintu saya tutup. Lalu, bapak keluar rumah, pikirnya mau misah. Gak tahu kalau salah satunya bawa pistol. Kemudian saya keluar rumah, tahu-tahu ibu sudah nangis. Bapak saya kena tembak,” jelas anak perempuan korban, Nurohmah, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/5).

Baca juga:  Pemkot Semarang Pastikan Stok Sembako Aman

Diakui Nurohmah, dua orang yang ribut masih saudara sendiri. “Dia anggota polisi, orang sini,” katanya.

Ketua RW 16 Kelurahan Tanjung Mas Slamet Riyadi mengatakan, kejadian tersebut sempat menggemparkan warga. Insiden diawali adanya perselisihan antara Ryan dan Syafii, tak jauh dari rumah korban yang akrab disapa Tukul.

“Berdasarkan informasi warga, Ryan menggeber knalpot sepeda motornya berkali-kali di depan rumah Syafii sejak sore. Setelah itu, terjadilah adu mulut antara keduanya,” jelasnya.

Slamet mengatakan, saat kejadian tepat azan Isya’. Ayah Ryan bernama Wiwik Mujiono juga mengetahui anaknya sedang bersitegang dengan Syafii. Sedangkan korban yang melihat kejadian ini bermaksud melerai. Namun ia malah terkena tembakan dari senjata api milik Ryan.

“Tukul terkena tembakan di lutut kirinya. Sampai saat ini masih dirawat di RSI Sultan Agung. Pak Wiwik sempat membawa celurit. Untung saja, sebelum dibacokkan, sudah direbut warga,” imbuhnya.

Baca juga:  Buruh Berharap Daerah Lain Contoh Kota Semarang

Pihak kepolisian yang mendapat laporan warga, langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku berikut senjata apinya. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna penyelidikan dan penanganan selanjutnya.

Wartawan koran ini ketika mendatangi RSI Sultan Agung tidak diizinkan bertemu korban oleh pihak Humas RSI Sultan Agung. Satpam setempat beralasan bagian humas masih ada kegiatan dengan Direktur RSI.  “Ini masih ada pertemuan dengan direktur. Jadi, belum bisa mengizinkan untuk bertemu,” kata satpam tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy saat dikonfirmasi tidak menampik adanya kejadian ini. Iqbal juga mengatakan, pelaku adalah oknum anggota Polda Jateng (Unit Narkoba Polrestabes Semarang, Red).  “Benar, tadi malam (Rabu) telah terjadi penembakan. Yang tertembak warga Tambakrejo berinisial S. Saat itu, senjata airsoftgun sedang dipegang oleh pelaku (RS),” jelasnya.

Dijelaskan, kejadian ini diawali saat Briptu Ryan ribut dengan saudaranya, Syafii. Kemudian, korban yang berada di lokasi kejadian hendak melerai. “Briptu RS tanpa sengaja meletuskan senjata hingga mengenai lutut kaki kiri. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit naik sepeda motor. Kondisinya stabil. Segera dilakukan operasi,” bebernya.

Baca juga:  Pastikan Pasokan Elpiji Aman

Saat ini, oknum yang bersangkutan diperiksa oleh Propam Polda Jateng, termasuk terkait kepemilikan senjata airsoftgun itu dari mana asalnya.

Kabid Propam Polda Jateng Kombes Pol Mukiya mengatakan, telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Pihaknya juga menyebutkan, oknum tersebut merupakan anggota Polrestabes Semarang.  “Kami sudah turun ke lokasi. Pelakunya dari Unit Narkoba Polrestabes Semarang. Kami cek apakah ada pelanggaran etik atau tidak,” jelasnya.

Mukiya menambahkan, korban sempat melapor ke bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Terkait sanksi tegas terhadap Briptu Ryan, saat ini masih dalam penyelidikan tim gabungan dengan Polrestabes Semarang.  “Untuk kepemilikan senpinya sedang kita dalami. Kalau terbukti ada pidananya, kami yang turun tangan,” tegasnya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya