alexametrics

Gelar Pameran Tunggal, Tampilkan 27 Lukisan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hartono gelar pameran tunggal di Museum Ronggowarsito. Pameran ini menampilkan 27 lukisan. Gelaran yang bertujuan untuk menyemarakkan Hari Kebangkitan Nasional ini dilaksanakan pada 18 Mei sampai 25 Mei.

Pameran tunggal kali ini bertajuk Boeng Ajo Boeng. Tujuannya untuk menghargai sudut pandang setiap orang dalam mencintai NKRI. Pembukaan dilakukan Rabu (18/5) pukul 18.30. Dalam acara ini juga dimeriahkan oleh dalang Sindhunata, Yoyok Greget, dan Kamto Gulit.

Hartono mengatakan, tema Boeng Ajo Boeng 1945 ini meneguhkan kebersamaan kolaborasi dan kebersamaan seniman besar Indonesia. Selain itu, sebagai pemantik propaganda untuk menggerakkan spirit perjuangan melawan penjajah dan memantik rasa persatuan untuk menjaga NKRI.

Baca juga:  John Richard Komitmen Lindungi Anak

“Saya lebih melihat Boeng Ajo Boeng ini pada nilai-nilai. Di antaranya ajakan kebersamaan, ajakan saling mengingatkan, potensi yang harus dikembangkan dan segala macam perbedaan pandangan setiap orang harus kita hormati,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lukisan yang dipamerkan menggunakan media oil on canvas (AOC). Menariknya Hartono memamerkan lukisan dengan ukuran yang besar. Panjangnya mencapai 2,7 meter.

“Kalau melukis, Bung Karno itu ya harus besar, saya nggak tega. Ini sebagai wujud rasa hormat saya dalam mencintai tanah air. Saya hadir disini ingin mengingatkan. Dulu ada Bung Karno yang mempersatukan Indonesia,” tambahnya.

Ia menambahkan tema lukisan yang dipamerkan kali ini bercerita tentang perjuangan Bung Karno melawan penjajah. Selain itu, sebagai pengingat bahwa masyarakat Indonesia harus membenahi kekurangan yang ada dalam negara. “Kita bekerja sesuai dengan passion masing-masing. Tetapi ketika ada kekurangan harus dibenahi bersama bukan malah memberontak,” akunya.

Baca juga:  Penumpang Sepi, Banyak Jalan Ditutup, Sopir Angkot Kesulitan Kejar Setoran

Menurutnya saat berperang tujuan dari Bung Karno adalah membela negara bukan saudara. Harapnya sebagai warga yang baik harus mengedepankan toleransi. “Pameran ini sebagai bentuk implementasi perbedaan dalam kebhinekaan menjaga negeri tercinta Indonesia,” pungkasnya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya