alexametrics

Peredaran Terbatas, Harga Ternak Naik hingga Rp 2 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, berdampak pada pengetatan pengiriman ternak dari luar daerah. Utamanya Jawa Timur, Madura, dan Bali. Harga ternak di wilayah Semarang pun naik hingga Rp 2 juta.

Peternak Hari Mardiko mengaku kesulitan mendapatkan stok ternak dari provinsi lain. Peredaran sapi mulai langka dan terbatas. Bila saat ini pihaknya mampu menjual seekor sapi, akan sulit baginya membelanjakan hasil penjualan untuk mendapat sapi dengan kualitas yang sama bagus seperti sebelumnya.

“Apalagi mau Idul Adha permintaan tinggi, kalau seperti ini terus kenaikan harga bisa lebih banyak,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hari yakin, jumlah ternak hewan kurban yang terbatas dan dicari masyarakat sangat berpotensi menyebabkan lonjakan harga mendekati Idul Adha. Bahkan pelanggannya sudah mengantisipasi dengan memesan hewan kurban sejak setelah Idul Fitri.

Baca juga:  Tanam Seribu Mangrove di Tambakrejo dan Sayung

Ternak sapi miliknya kisaran Rp 20 juta ke atas. Sedangkan kambing mulai dari Rp 2,5 juta dengan ukuran lebih kecil dari tahun sebelumnya. Kenaikan yang dialami dan sekelompok peternak lainnya membuat harga sapi Rp 22 juta.

Merespon penyebaran PMK pihaknya mengajukan permohonan pengecekan hewan ternak ke Dinas Peternakan (Dispertan) Kota Semarang. Kemudian meningkatkan kebersihan kandang dan higenitas makanan. Saat ini 12 sapi dan 20 kambing di kandangnya terpantau sehat.

“Kalau bisa menjaga makanan yang bagus buat ternak, saya kira bisa mencegah PMK,” ujar hari. (taf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya