alexametrics

Bendera Merah Putih Sepanjang 300 Meter Terbentang di Acara Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Setelah sempat absen dua tahun akibat pandemi Covid-19, kirab Merah Putih Kebangsaan sebagai bagian rangkaian acara memperingati Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya atau Mbah Depok kembali digelar, Selasa (17/5) pagi kemarin. Kirab diikuti berbagai kalangan masyarakat.

Diantaranya, para santri dari Pondok Sunan Gunung Jati Ba’alawy, pelajar, organisasi masyarakat (ormas), kelompok kesenian, dan perwakilan lintas agama di Kota Semarang.

Seluruh peserta berkumpul di makam Habib Thoha di Jalan Depok, Kelurahan Kembangsari, Semarang Tengah, kemudian melakukan longmarch ke Jalan Gajahmada, Jalan Pemuda dan berakhir di Balai Kota Semarang. Menariknya, kirab tersebut juga membentangkan bendera merah putih raksasa sepanjang 300 meter.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Kota Semarang beruntung karena dalam perjalanan sejarah ditinggali oleh tokoh-tokoh ulama yang luar biasa. Pria yang akrab disapa Hendi itu pun berkomitmen akan membangun wisata religi di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

“Mbah Depok atau Habib Thoha kita jadikan salah satu tetenger Kota Semarang. Jadi, sudah kita mulai dengan pembebasan lahan untuk tempat kuliner, UMKM, dan tempat parkir,” ujarnya di sela memimpin Apel Merah Putih Kebangsaan di halaman balai kota, kemarin.

Baca juga:  Siswa Dua Kelas terpaksa Masuk Siang

Dengan fasilitas pendukung tersebut, lanjut Hendi, diharapkan masyarakat yang ziarah ke tempat Habib Thoha bisa menjadi lebih nyaman dan lebih khusyuk. “Kawasan itu juga diharapkan menjadi salah satu tempat destinasi wisata religi di Kota Semarang,” katanya.

Secara simbolis, kirab dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dengan kibasan bendera. Ia juga mengikuti kirab bersama para ulama menuju Balai Kota Semarang. Saat tiba di balai kota, seluruh peserta mengikuti Apel Merah Putih. Berbagai kegiatan pun dilaksanakan seperti pelepasan burung merpati serta penyerahan bendera merah putih oleh Rois Syuriah PCNU Kota Semarang Hanief Ismail kepada Hendi.

“Penggagas Kirab Merah Putih ini adalah Habib Lutfi. Dalam setiap kirab, beliau tidak hanya melibatkan satu agama. Tapi semua dilibatkan. Tadi rawuh dari perwakilan Kristen, Katholik, ada Romo Budi, dan yang mewakili Buddha juga rawuh,” tambahnya.

Baca juga:  Seragam Sekolah Tak Laku, Hanya Andalkan Penjualan Seragam PNS dan Perawat

Hendi memohon doa dari para tokoh dari masing-masing agama untuk Kota Semarang yang baru saja berulang tahun ke-475, agar menjadi semakin hebat, maju, dan masyarakatnya sejahtera. Ia mengatakan, target besar Pemkot Semarang saat ini adalah mengangkat pariwisata. Pihaknya pun menjanjikan untuk segera merespon keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan di lokasi wisata dengan mengadakan re-evaluasi.

“Pasti perlu kita re-evaluasi, bagaimana pengaturan lalu lintas dengan baik. Saat orang menuju lokasi wisata harus nyaman. Kalau ada jalan rusak harus segera diperbaiki. Kalau ada sampah harus segera dibersihkan. Kalau ada hal-hal yang membuat wisatawan tidak nyaman harus segera dilakukan evaluasi dicarikan solusinya,” kata Hendi.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk mengambil pelajaran penting dari peringatan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya ini sebagai penguat persatuan. Haul ini mempertegas bahwa zaman dulu pun tokoh agama juga memerangi penjajah serta menginginkan Indonesia yang maju dan bersatu.

“Saya rasa hari ini tidak perlu kita mendiskusikan perbedaan-perbedaan, tapi kita mengakui rahmat perbedaan sebagai kekuatan bangsa,” tandas Hendi.

Baca juga:  Sejumlah Proyek Pembangunan di Semarang Tertunda

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut bahwa Kirab Merah Putih adalah kegiatan yang mencerminkan cinta tanah air.

“Ini adalah suatu simbol di mana kita menghargai para pendahulu yang berkontribusi besar terhadap bangsa ini, juga atas ajaran-ajaran beliau dari sisi spriritual supaya negara ini bisa menjadi lebih besar lagi dan beraneka ragam,” tutur Sakti.

Warga tampak antusias dalam menyaksikan Kirab dan Apel Merah Putih di Balai Kota Semarang. Mulai pukul 07.00 mereka sudah bersiap dan memenuhi sepanjang Jalan Depok untuk menyaksikan Kirab Merah Putih.

Anggita Dewi, salah satu peserta kirab mengaku senang dapat mengikuti acara ini untuk kali kedua.  “Kirab ini sebagai wujud penghormatan kepada para ulama yang telah mendahului kita. Nanti malam (tadi malam) saya akan ikut haul juga sebagai wujud ngalap berkah para santri kepada para kiai,” ucapnya. (cr4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya