alexametrics

Dua Tahun Vakum, Tradisi Pindapata Kembali Digelar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perayaan Waisak oleh umat Buddha di Vihara Tanah Putih Semarang kembali digelar dengan antusiasme lebih dibanding dua tahun sebelumnya dengan kapasitas 50 persen umat. Tradisi Pindapata pun digelar lagi setelah dua tahun terhalang pandemi covid-19.

Sebanyak kurang lebih 250 umat Buddha tiba di vihara pukul 08.30 dan berbaris rapi mengikuti pindapata di halaman. Pada ritual tersebut para umat menyedekahkan makanan dan minuman kepada dua biksu. Lalu biksu menerima dan meletakkan ke dalam mangkuk besar yang digendongnya.

“Ini menjadi latihan bagi umat untuk melepas keterikatan pada materi duniawi,” tutur Kepala Vihara Tanah Putih Biksu Cattamano Mahathera kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Biksu menyampaikan saat umat manusia terbiasa melepas keterikatan dengan materi, maka hidup seseorang akan bahagia. Hasil pemberian pada pindapata biasanya digunakan sebagai bekal para Biksu dan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Baca juga:  Polisi Buru Pelat Nomor Motor Pelaku Pencurian Jalan Krakatau

Setelah usai bersedekah, para umat memasuki ruang utama vihara dan memulai puja bhakti. Rangkaian ritual peribadatan pada hari suci tersebut biasa dilaksanakan sebelum tengah hari. Para umat terus melantunkan doa dan menunggu detik-detik waisak pada pukul 11.13

“Hari ini kami memperingati tiga peristiwa penting. Yakni kelahiran Buddha, pencerahan sempurna Buddha, mangkatnya Sang Buddha, yang terjadi di bulan dan tanggal yang sama saat bulan purnama,” ungkap Bikkhu Cattamano.

Bila sebelumnya perayaan Hari Trisuci Waisak dilakukan dengan sangat terbatas di vihara. Sebagian besar umat beribadah dari rumah masing-masing. Kini Lalita, salah satu umat mengaku sangat senang akhirnya dapat menyemarakkan hari raya secara langsung.

Baca juga:  Final Thomas Cup 2022, Pelatih Timnas Indonesia: Ibaratnya Kepala Jadi Kaki, Kaki Jadi Kepala,

“Anak-anak, remaja, sampai orang tua yang sudah sepuh juga bisa hadir di sini,” kata Lalita.

Lebih lanjut, Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) untuk Jawa Tengah Pandita Muda Aggadhammo Warto menyampaikan sebelum Hari Trisuci Waisak tiba pihaknya juga melakukan ritual puasa selama sebulan penuh.“Selain itu kami juga bermeditasi setiap rabu malam,” pungkasnya. (taf/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya