alexametrics

RW 16 Tanjungmas Terendam Rob Terparah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rob menggenangi lima RW di Tanjungmas. Mulai dari RW 12 sampai RW 16 semakin tinggi dari 40 sentimeter hingga 70 sentimeter. Terparah di RW 16, aktivitas warga terisolasi sejak Rabu sore hingga malam hari (11/5).

Ketua RW 16, Slamet Riyadi, 52, menjelaskan, di RW 12 sampai 15 sudah ada akses dengan adanya Kampung Bahari. Meskipun di gang-gang masih tergenang rob. “Motor diparkirkan di jalan yang sudah ditinggikan, namun mereka menyebur sebentar dengan jalan kaki,” katanya.

Diakuinya, setiap hari wilayah RW 16 Tambakrejo, Tanjungmas, terendam rob. Padahal sebelum puasa robnya tidak setinggi sekarang. “Paling ya satu sampai dua hari,” katanya.

Baca juga:  Divaksin, Hanya Satu Anak yang Menangis

Slamet Linggis -sapaan akrabnya- menambahkan, sejak pertengahan April 2022 lalu, robnya semakin tinggi. Bahkan, 85 rumah di RT I sampai VI RW 16 tergenang rob. Padahal sebelumnya jarang tergenang rob. “Jalan di depan rumah ini belum terendam, tapi setiap sore selalu terendam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (12/5).

Rabu sore (11/5), lanjut dia, tinggi rob mencapai 65 sampai 70 sentimeter di bawah jembatan. Berbeda dengan empat RW lainnya, RW 16 benar-benar terisolasi. Warga tidak bisa kemana-mana. “Yang jalan tembus ke Jalan Tambakmulyo tergenang rob tadi Rabu sore (11/5) dengan ketinggian sampai 70 sentimeter. Padahal biasanya 50 sentimeter,” katanya.

Ia berharap ada peninggian jalan, terutama di bawah jembatan yang menjadi akses utama aktivitas seluruh warga Tambakrejo RW 16 Tanjungmas. Jadi memang benar-benar terisolasi. Mereka tidak bisa keluar, dan mereka yang mau masuk juga tidak bisa, karena kendaraan pasti akan mogok. “Bahkan Pos PAUD saja tidak lagi beroperasi karena ada rob,” katanya.

Baca juga:  PPKM Semarang Turun ke Level 3, Tempat Hiburan dan Wisata Sudah Boleh Buka

Rob dimulai pada 14.00 hingga pukul 22.00. Sepeda motor tidak bisa dikendarai, harus didorong. “Yang kerja sift sore susah berangkat, yang kerja pagi sulit pulang. Semakin sore semakin besar,” katanya.

Staff Operasi Balai PSDA Bodri Kuto Pusdataru Provinsi Jateng Muji Suprih Utomo mengungkapkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk mengatasi rob di Tambaklorok. “Ini masih koordinasi. Mencari solusi, entah nantinya diberi pompa atau dibuatkan pintu air, terus ada poldernya,” kata Muji yang akrab disapa Uje.

Lurah Tanjungmas Sony Yudha Putra Pradana membenarkan rob yang terjadi lebih tinggi dari biasanya. “BPBD sudah meminjamkan pompa untuk mengurangi debit air yang menggenang di jalan,” katanya.

Baca juga:  Pemkot Semarang Target Pendapatan PBB Rp 577 Miliar

Selain itu, pihak kelurahan sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk peninggian jalan. “Kemungkinan harus tender, jadi tidak bisa segera,” ujarnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya