alexametrics

Ratusan Narapidana Lapas Kedungpane Ikuti Upacara Hardiknas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Semarak memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) juga dirasakan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane. Ratusan narapidana bersamaan dengan pegawai melaksanakan upacara bendera di lapangan utama Lapas Semarang, Jumat (13/5).

Upacara dipimpin Kalapas Sementara Tri Saptono. Ia mengenakan pakaian adat, sementara pegawai lainnya memakai seragam korpri. Sedangkan para napi memakai seragam tahanan warna biru dongker lengkap dengan topi. Upacara ini juga dilengkapi paduan suara narapidana dari tim Lapas Kedungpane.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas mengajak pegawainya untuk tetap memiliki jiwa semangat dan bekerja keras dengan penuh dedikasi yang tinggi. Terutama dalam memenuhi hak-hak pendidikan bagi narapidana. Yakni dengan memberikan program kejar paket A, B dan C bagi narapidana yang belum lulus pendidikan.

Baca juga:  Lapas Kedungpane Overload, Kapasitas 663 Sudah Dihuni 1.755 Orang

“Mari kita bersama sama bergerak untuk terus meningkatkan dan menggerakkan pemajuan pendidikan dan kebudayaan di lingkungan Lapas, agar selalu bersinergi serta tetap semangat dalam berkinerja PASTI,” ungkap Kalapas.

Kalapas menambahkan dengan dilibatkannya narapidana dalam kegiatan upacara ini merupakan suatu bentuk pembinaan berbangsa dan bernegara. Tujuannya agar narapidana dapat menjadi warga negara yang baik dapat berbakti bagi bangsa dan negaranya saat keluar dari lapas.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme darma bakti narapidana kepada negara juga menjadi pembuktian bahwa siapapun wajib turut serta dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan.

Ia memaparkan, dari ratusan napi tersebut sebagian dari mereka ikut kejar paket tingkat SD, SMP, dan SMA. Ada 30 orang narapidana. Selama ini, mereka belajar pada Senin-Kamis yang bekerja sama dengan PKBM Bangkit Ngaliyan.

Baca juga:  Covi dan Vivid, Penghuni Baru Semarang Zoo

Dalam seharinya mereka melakoni tiga jam pelajaran. Adapun mata pelajarannya seperti sekolah pada umumnya, yakni Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan lain-lain.

Sementara ketika ujian tiba, mereka akan diakomodir oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk ujian di luar lapas.

“Karena ujian Computer Assisted Test (CAT) jadi nanti nginduk di sekolah yang memadai, contohnya di SMK 7 dan SMA H Isriati Islamic Center,” jelasnya. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya